Rabu, 20 Jun 2012

Karakter/Sifat Ciri-Ciri Orang Munafik / Muna - Berbohong, Ingkar Janji Dan Berkhianat


Mungkin kita sering mendengar kata munafik di dalam kehidupan sehari-hari kita. Kata munafik atau muna mungkin kita anggap tidak begitu kasar di telinga kita karena kata itu jarang kita dipublikasikan di media massa. Namun sebenarnya munafik adalah suatu sifat seseorang yang sangat buruk yang bisa menyebabkan orang itu dikucilkan dalam masyarakat.

Apakah kita termasuk orang yang munafik?

Mungkin kita dengan tegas mengatakan kita adalah bukan orang munafik karena kurangnya pemahaman kita mengenai apa itu sifat munafik yang sesungguhnya. Yuk mari kita lanjutkan pembahasan topik ini bersama-sama.

Hadits Nabi Muhammad SAW Tentang Orang-Orang Munafik / Muna :
"Tanda orang-orang munafik itu ada tiga keadaan. Pertama, apabila berkata-kata ia berdusta. Kedua, apabila berjanji ia mengingkari. Ketiga, apabila diberikan amanah (kepercayaan) ia mengkhianatinya".(Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ciri-Ciri / Sifat-Sifat Munafik Manusia :
1. Apabila berkata maka dia akan berkata bohong / dusta.
2. Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari janjinya.
3. Bila diberi kepercayaan / amanat maka dia akan mengkhianatinya.

Untuk disebut sebagai orang munafik sejati sepertinya harus memenuhi semua ketiga persyaratan di atas yaitu pembohong, penghianat dan pengingkar janji. Jika baru sebatas satu atau dua ciri saja mungkin belum menjadi munafik tapi baru camuna / calon munafik.

1. Berbohong

Bohong adalah mengatakan sesuatu yang tidak benar kepada orang lain. Jadi apabila kita tidak jujur kepada orang lain maka kita bisa menjadi orang yang munafik. Contoh bohong dalam kehidupan keseharian kita yaitu seperti menerima telepon dan mengatakan bahwa orang yang dituju tidak ada tetapi pada kenyataannya orang itu ada. Contoh lainnya seperti ada anak ditanya dari mana oleh orang tuanya dan anak kecil itu mengatakan tempat yang tidak habis dikunjunginya.

2. Ingkar Janji

Seseorang terkadang suka membuat suatu perjanjian atau kesepakatan dengan orang lain. Apabila orang itu tidak mengikuti janji yang telah disepakati maka orang itu berarti telah ingkat janji. Contohnya seperti janjian ketemu sama pacar di warung kebab bang piih tetapi tidak datang karena lebih mementingkan bisnis. Misal lainnya yaitu seperti para siswa yang telah menyepakati janji siswa namun tidak dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab.

3. Berkhianat

Khianat mungkin yang paling berat kelasnya dibandingkan dengan sifat tukang bohong dan tukang ingkar janji. Khianat hukumannya bisa dijauhi atau dikucilkan serta tidak akan mendapatkan kepercayaan orang lagi bahkan bisa dihukum penjara dan denda secara pidana. Contoh berkhianat yaitu seperti oknum anggota TNI yang menjadi mata-mata bagi pihak asing atau teroris. Contoh lainnya yaitu seperti seorang pegawai yang dipercaya sebagai pejabat pajak, namun dalam pekerjaannya orang itu menyalahgunakan jabatan yang digunakan dengan cara menilep uang setoran pajak.

Jadi apakah anda munafik atau calon muna? Jika ya sebaiknya anda lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bertobat agar tidak dihukum dengan api neraka kelak di akhirat.

Bukti Seksaan Kubur







Gambar dibawah ini dulu digembar gemburkan tentang siksa kubur bagi org islam.... tapi sebenarnya Gambar ini adalah seorang yang murtad dan dasyat siksaan bagi org yang berpaling dari ajaran islam.

gambar berkenaan siksaan kubur bagi org yang murtad kepada Allah... Dan Takutlah Pada Allah Kerna Siksaannya pada segala larangannya dan sayangilah Allah kerana Rahmatnya... dan satu lagi bukti kasing sayang Allah agar manusia tidak keneraka dan hanya diberi peringatan sahaja... sesuai dengan firmannya :

Kami hanya akan menguruskan hitungan dan balasan amal kamu sahaja (pada hari kiamat,) wahai manusia dan jin! (surah ar-rahman ayat 31)

dan Bukankah tidak ada balasan bagi amal yang baik melainkan balasan yang baik juga? (surah ar-rahman ayat 60)

Seluruh kerabat dan teman-temannya begitu terkejut saat mereka melihat kondisi mayat.Mayat tsb begitu berbeda dalam 3 jam. He turned grey as the very old man, dia berubah tampak keabu-abuan seperti orang yang sudah tua .

Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras,dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung ujungnya sehingga menekan kebadanya.

Seluruh badan dan mukanya memar.Matanya yang terbuka memerlihatkan ketakutan, kesakitan dan keputusasaan.Darah yang begitu jelas menandakan bahwa pemuda tersebut sedang mendapatkan siksaan yang amat berat.

Sebagai penutup dari orang yang meninggal tersebut semuanya ditujukan kepada Ilmu pengetahuan tentang Islam yang mana tidak dapat dipungkiri lagi keterangannya bahwa siksa kubur itu benar adanya seperti yang diperingatkan oleh ALLAH SWT dan Nabi Muhammad S.A.W.




Kebenaran Siksa Kubur dan Beragam Siksa bagi Orang-orang Kafir

Allah Ta'ala berfirman,

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit." (Thaahaa: 124)

Menurut Abu Sa'id al-Khudri dan Abdullah bin Mas'ud, yang dimaksud dengan penghidupan yang sempit ialah siksa kubur.

" Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu." (Ath-huur: 47)

Ada ulama yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kalimat ada azab selain daripada itu dalam firman Allah itu, adalah azab kubur, karena Allah menyebut ayat itu sesudah ayat,

"Maka, biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan." (ath-Thuur: 45)

Yaitu, hari terakhir dalam kehidupan dunia. Hal itu menunjukkan azab yang mereka alami pada hari itu adalah azab kubur. Demikian pula dengan firman Allah,

"Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui" (ai-Anfaal: 34)

Karena, ia adalah perkara yang gaib alias kasat mata. Atau firman Allah,

"Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang." (al-Mu'min: 45-46)

Yang dimaksud juga azab kubur di alam barzakh. Mengomentari firman Allah,
"Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui" (at-Takatsur: 3-4)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud ialah kamu akan mengetahui azab yang akan ditimpakan kepadamu di kubur, dan azab yang akan menimpamu di akhirat. Jadi, pengulangan itu menunjukkan dua keadaan.

Diriwayatkan oleh Zar bin Habisy dari Ali bahwa ia berkata, "Semula kami meragukan azab kubur, hingga turunlah firman Allah,

'Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.' (at-Takatsur: 1-3)

Yakni mengetahui siksa di kubur.

Dalam hadits hasan riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah berkata, "Kubur orang kafir itu disempitkan oleh malaikat sehingga membuat tulang-tulang remuk. Dan, itu merupakan kehidupan yang sempit."

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Kalian tahu, untuk siapa ayat" maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta" ini diturunkan? Dan kalian tahu, apa yang dimaksudkan dengan penghidupan yang sempit itu?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang tahu." Beliau bersabda, "Itu adalah siksa orang kafir di dalam kubur. Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan dikuasakan kepadanya sembilan puluh sembilan naga. Setiap ekor naga menjilat, melilit, dan menggigit tubuhnya hingga hari kiamat nanti, lalu ia akan digiring ke tempatnya dalam keadaan buta."

Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Bakar bin Abu Syaibah dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa ia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Akan dikuasakan kepada orang kafir dalam kuburnya sembilan puluh sembilan ekor naga yangakan menggigitnya sampai tiba hari kiamat. Sendainya seekorsaja dari naga itu menjilat sebidang tanah, maka tanah itu akan mati (tidak dapat menumbuhkan tanaman).'"

Disebutkan dalam sebuah hadits mauquf Abdullah bin Amr ibnul-Ash, "Setelah menyuruh malaikat menyempitkan kubur orang kafir, Allah lalu mengirim padanya beberapa ekor ular naga yang kemudiann memakan dagingnya hingga tinggal tulang-tulangnya belaka. Lalu, Allah menyuruh malaikat yang bisu dan buta untuk menyiksanya dengan palu."

(Pasal). Jangan menganggap ini bertentangan dengan hadits marfu yang menyatakan bahwa Allah menguasakan malaikat yang buta dan bisu untuk menyiksa orang kafir, karena siksa yang ditimpakan kepada orang-orang kafir itu berbeda-beda. Ada yang disiksa hanya oleh satu malaikat dan ada pula yang disiksa oleh beberapa malaikat. Demikian pula ini juga tidak bertentangan dengan riwayat yang mengatakan bahwa dagingnya akan dimakan oleh beberapa ekor ular naga, karena kedua azab tersebut bisa sama-sama ditimpakan, sebagaimana firman Allah,

"Inilah neraka jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya. "(ar-Rahman: 43-44)

Sekali tempo mereka disuruh makan buah zaqum, dan pada tempo yang lain mereka dipaksa meminum air yang sangat mendidih. Sekali tempo mereka diazab dengan api yang menyala-nyala, dan pada tempo yang lain mereka diazab dengan suhu yang sangat dingin. Semoga Allah melindungi kita dari sika kubur dan siksa neraka berkat rahmat dan kebaikan-Nya.

Sebuah hadits diriwayatkan oleh Ali bin Ma'bad dari Abu Hazim dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, "Ketika mayat diletakkan di dalam kubur, ia didatangi malaikat yang diutus Tuhannya dan bertanya, 'Siapa Tuhanmu?' Bagi orang yang diberi keteguhan oleh Allah, ia akan menjawab, Tuhanku adalah Allah.' Ketika ditanya, 'Apa agamamu?' Ia menjawab, 'Agamaku Islam.' Dan ketika ditanya, 'Siapa nabimu?' Ia menjawab, 'Nabiku adalah Muhammad' Merasa sebagai orang yang beruntung, ia berkata kepada malaikat, 'Biarkan aku bertemu dengan keluargaku. Aku ingin menyampaikan kabar gembira ini kepada mereka.' Namun, malaikat berkata, Tidurlah saja dengan tenang, kamu akan dipertemukan dengan teman-temanmu.' Tetapi, bagi orang yang tidak diberi keteguhan oleh Allah, ketika ditanya oleh malaikat, 'Siapa Tuhanmu?', ia tidak bisa menjawabnya. Sehingga, ia lalu dipukul oleh malaikat, dan ia menjerit kesakitan yang suaranya bisa didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia. Lalu malaikat berkata, 'Tidurlah dengan menderita.'"

Kubur Islam + Kristian sekali





P/s : – Ini berlaku di indonesia.. di Padang rasanya.. bila ditanya kenapa di kebumikan sekali antara orang islam dan kristian.. mereka menjawab.. Takan malaikat tak kenal antara islam dan kafir.. sama sama fikirkan…

Hukum Bersanding Mengikut Perspektif Islam


Musim cuti di Malaysia sekarang ni mesti sibuk dengan kenduri walimatul urus atau lebih dikenali dengan kenduri kawin.. sempena pula seorang adik sedang bertanyakan kenapa persandingan dilarang di dalam islam.. saya tersentuh untuk melampirkan kenapa ia diharamkan dan bagaimana persandingan ini harus dilakukan.. diharap bagi mereka yang akan berkahwin tidak lama lagi akan mendapatkan pengajaran yang sebaiknya..

Hukum Bersanding Mengikut Perspektif Islam

1. Definisi Persandingan: meletakkan suami-isteri yang baru dinikahkan di atas penganjangan (pelamin) dengan berhias indah, berpakaian lengkap, dikipas oleh dua jurukipas dan ditonton oleh orang ramai atau orang tertentu sahaja.

2. Tujuan: antara tujuan utama persandingan ialah untuk ditonton, menjadi kenangan bersejarah, meraikan peluang seumur hidup dan menghayati adat dan budaya nenek moyang.

3. Sejarah: ada dua teori dalam menjelaskan dari mana asalnya persandingan dalam adat Melayu.
Pertama: bahawa persandingan adalah adat resam Melayu tulen. Ini kerana istilah raja sehari itu persis kepada adat istiadat Melayu yang berpaksikan raja (HM Sidin, Adat Resam Melayu, PAP, 1964)

Kedua: Persandingan adalah adat yang diimport dari India. De Jong (Religions in the Malay Archipelago, Oxford Univ. press, 1965) dan Joginder Singh (Tata Rakyat, Longman, 1978) berpendapat ia adalah pengaruh Hindu.

4. Unsur-unsur khurafat dalam persandingan:

(a) Penggunaan beras kunyit pada upacara persandingan ialah bertujuan memberi semangat kepada pengantin berdasarkan kekuningan semangat padi.

(b) Penggunaan jampi mentera untuk menghalau hantu syaitan yang mungkin mengganggu majlis itu.

Hukum Islam Terhadap Persandingan

1. Menabur Beras Kunyit: Jika ia ditabur dengan tujuan menambah semangat dan menghalau roh jahat, maka ia adalah syirik--bercanggah dengan surah al-Fatihah: ayat 5: Thee do we worship, and Thine aid we seek., dan Yunus: 107: If Allah do touch thee with hurt, there is none can remove it but He: if He do design some benefit for thee, there is none can keep back His favour: He causeth it to reach whomsoever of His servants He pleaseth. And He is the Oft-Forgiving, Most Merciful.

2. Membaca Jampi Mentera: Jika beri'tikad bomoh atau pawang itu membaca jampi-mentera dengan tujuan dapat memelihara majlis itu daripada roh jahat, maka dia juga amalan syirik seperti yang dijelaskan di atas.

3. Berandam: Perbuatan andaman yang berbentuk "li tadlis" mengabui/merubah kecantikan yang sebenar adalah haram. Antaranya yang disebut oleh al-hadis: HR Muslim-Muslim dari Abdullah Ibn Mas'ud: "Allah melaknat wanita yang mencucuk tangan dan menaruh warna (tattoo) dan yang meminta berbuat demikian; wanita-wanita yang menghilangkan bulu kening di muka*, wanita yang mengikir gigi dan menjarangkannya supaya kelihatan cantik yang merubah kejadian Allah." (*pengecualian: membuang bulu yang berupa janggut atau misai atau side-burn.)

4. Berhias untuk dipamerkan (tabarruj): Berhias dengan tujuan untuk dipamerkan kepada orang ramai adalah dilarang. Firman Allah (maksudnya), "Janganlah kamu bertabarruj seperti kelakuan orang zaman jahiliah dahulu." (Al-Ahzab: 33)

5. Mengadakan kenduri walimah secara besar-besaran: Hukum sebenar kenduri kahwin ialah sunat sahaja sebagaimana sabda baginda: "Adakanlah kenduri kahwin walaupun hanya dengan seekor kambing."

Islam mencela amalan boros: "Janganlah kamu membazir secara melampau." (Maksud al-Isra': 26)

6. Menjadikan hadiah atau pemberian wang sebagai satu kemestian: Ini berlawanan dengan roh Islam Firman Allah," Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya." (2: 286)

7. Mas kahwin dan hantaran yang mahal: Inilah adalah sunah Rasul saw: "Wanita yang paling berkat ialah wanita yang paling murah hantarannya." (HR Ahmad, al-Hakim dan Baihaqi)

Demi meraikan adat: Islam membenarkan persandingan dengan meletakkan syarat:

1. Jika ia disandingkan secara tertutup (di hadapan muhrim atau keluarga terdekat) dan kanak-kanak yang belum mengerti tentang aurat.

2. Jika ingin melakukan secara terbuka diharuskan jika bertujuan iklan dan memperkenalkan mempelai kepada para jemputan dan kaum keluarga dengan syarat kesemua pihak baik pengantin dan para jemputan semua menutup aurat kecuali perhiasan yang biasa dilihat.

Rujukan
1. Prof Muhammad al-Ghazali, Laisa minal Islam.
2. Ibn Taymiyah, Hijab al Mar'ah wa Libasuha.
3. Prof Qardhawi, Fatwa Mu'asirat dan Halal & Haram fil Islam.

ETIKA BERPAKAIAN MENURUT ISLAM


Alhamdulillah, marilah kita memanjatkan kesyukuran kehadrat Allah s.w.t. dengan meningkatkan lagi kualiti ibadah samada yang wajib ataupun sunat sebagai bukti ketakwaan kita kepada Allah. Justeru, marilah kita pada hari yang berbahagia ini terus memastikan tahap ketakwaan kita kepada Allah s.w.t. terus mantap dan mampu kita jelmakan dalam amalan dan perbuatan seharian. Jadikan takwa itu, sebagai bekalan kita untuk melayari hidup ini dan mudah-mudahan hembusan nafas terakhir kita tatkala meninggalkan alam ini juga diiringi dengan takwa.

Pakaian adalah salah satu di antara tiga keperluan asas dan terpenting yang perlu dimiliki dan dipenuhi oleh setiap manusia dalam menjalani kehidupan seharian. Selain sebagai keperluan asasi, pakaian juga boleh menjadi ukuran keperibadian seseorang, sebagai simbol atau tanda dan lain-lain perlambangan. Kriteria berpakaian itu tidak memadai hanya berdasarkan ukuran adat, kerana adat boleh berubah. Justeru itu, pakaian juga boleh berubah. Oleh kerana itulah ukuran agama adalah yang paling tepat bagi menentukan etika atau kriteria berpakaian iaitu menutup aurat yang menepati kehendak hukum syara’.

Permasalahan mengenai pakaian bukanlah bersifat peribadi sehingga seseorang itu menganggap ia boleh memakai apa sahaja pakaian yang disukainya. Tetapi dalam keadaan atau situasi tertentu, pakaian yang dipakai itu perlu mengikut peraturan atau etika yang telah ditetapkan. Pakaian untuk mengerjakan ibadah haji atau umrah contohnya, ia telah ditetapkan kriterianya. Bahkan dalam majlis-majlis tertentu sekalipun, kita dituntut untuk berpakaian dengan sopan. Ringkasnya, pakaian itu bukan sahaja mempunyai hubungkait dengan maruah, budi pekerti dan ketertiban, malahan ia sangat berkait rapat dengan tuntutan agama.

Apabila berbicara mengenai pakaian, kita tidak dapat lari dari memperkatakan tentang aurat kerana dalam Islam pakaian dan aurat adalah sangat berkait rapat antara satu sama lain. Dari segi bahasa, aurat itu berasal dari perkataan Arab yang bererti aib atau sesuatu yang memalukan. Menurut istilah syara’ pula, aurat adalah bahagian tubuh manusia yang wajib ditutup dan dilindungi daripada pandangan orang lain. Aurat bagi lelaki adalah anggota yang ada antara pusat dan kedua belah lutut. Sementara aurat bagi wanita pula adalah seluruh anggota tubuh badannya melainkan muka dan dua tapak tangan sehingga pergelangan tangan.

Untuk memenuhi tuntutan menutup aurat itu, Islam telah menggariskan pakaian yang wajib dipakai oleh setiap Muslim dan Muslimah sebagaimana yang ditetapkan oleh al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi s.a.w.
Pertama, bagi lelaki hendaklah pakaian itu menutup seluruh anggota badannya yang ada di antara pusat dan kedua belah lutut. Tujuannya untuk menyelamatkan anggota yang ada di antara pusat dan kedua lutut itu supaya jangan terdedah.
Bagi perempuan pula, hendaklah pakaian itu menutup seluruh anggota badannya, termasuk kepala, rambut, leher, lengan, melainkan muka dan dua tapak tangan ( depan dan belakang ) sehingga dua pergelangan tangan. Cara begini adalah dalam keadaan biasa. Sekiranya dalam keadaan yang boleh membawa fitnah atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu keganasan terhadapnya, maka menutup muka dan tapak tangan menjadi wajib.

Kedua, hendaklah pakaian lelaki dan perempuan itu tebal, tidak menampakkan warna kulit yang dapat dilihat dari celah-celah sulaman benang pakaian itu.

Ketiga, hendaklah pakaian perempuan itu luas, tidak sempit atau tidak ketat sehingga boleh menampakkan bentuk susuk badannya, seperti menampakkan bentuk buah dada, perut, punggung dan anggota yang lain yang boleh mendatangkan fitnah.

Keempat, hendaklah pakaian perempuan itu tidak menyerupai atau seakan-akan pakaian lelaki, begitu juga sebaliknya.

Kelima, hendaklah pakaian perempuan itu tidak berbau wangi atau harum kerana ianya akan menarik perhatian orang lain. Larangan sedemikian berdasarkan hadis Nabi s.a.w.
Maksudnya : Setiap wanita yang mengenakan wangi-wangian (baik ke badan mahupun pakaiannya), kemudian dia berjalan melintasi sesuatu kaum agar mereka dapat mencium bau yang wangi itu, maka wanita itu adalah wanita penzina.
(riwayat Nasa’i)

Keenam, hendaklah pakaian itu tidak dihias secara berlebih-lebihan kerana pakaian yang berhias itu boleh menarik pandangan orang lain, dan boleh membawa fitnah dan kerosakan kepada perempuan dan kepada yang memandangnya.

Ketujuh, pakaian yang dipakai itu tidak bertujuan untuk bermegah-megah dan menunjuk-nunjuk.

Kelapan, mengenai pakaian lelaki pula, ia tidak boleh diperbuat dari benang sutera yang tulin.
Sidang Jummat yang dirahmati Allah,

Menutup aurat adalah wajib ke atas setiap Muslim, tidak kira lelaki atau perempuan. Kewajipan ini berdasarkan kepada dalil-dalil daripada al-Quran dan hadis. Di antaranya firman Allah s.w.t. yang bermaksud :

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka ( daripada memandang yang haram ) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mentua mereka atau anak-anak mereka atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi daripada perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman supaya kamu berjaya.”
(Surah an-Nur : 31)

Sementara itu, sabda Rasulullah s.a.w. yang menyentuh tentang kewajipan menutup aurat diriwayatkan oleh Bahz bin Hakim daripada bapanya:

Maksudnya : Saya bertanya wahai Rasulullah (Kepada siapakah) dari aurat kami boleh kami perlihatkan dan (kepada siapa) kami hindarkan? Rasulullah s.a.w. bersabda: Peliharalah aurat kamu melainkan dari isteri kamu atau hamba sahaya perempuan kamu”. Saya bertanya: “Wahai Rasulullah, bagaimana pula jika ada orang-orang berhimpun sebahagiannya dengan sebahagian yang lain? Rasulullah s.a.w. bersabda: Jika kamu berdaya agar jangan dilihat aurat kamu oleh seseorang, maka janganlah dia melihat aurat kamu”. Saya bertanya: Bagaimana pula jika seseorang itu bersendirian? Rasulullah s.a.w. bersabda : Allah itu lebih berhak dimalui daripada memalui manusia.”(riwayat Abu Daud)

Melalui dalil-dalil ini, jelaslah bahawa Islam amat mengambil berat terhadap masalah aurat sehingga diterangkan dengan penjelasan yang begitu terperinci sebagaimana disebutkan di dalam ayat 31, surah Al- Nur tadi, dan lebih daripada itu kita juga digalakkan untuk menutup aurat dalam keadaan kita berseorangan meskipun di tempat yang tertutup.

Hukum wajib menutup aurat tidak boleh dipertikaikan lagi dan tidak boleh dimansuhkan dengan hujah akal walau sehebat mana logiknya hujah itu. Ini kerana hukum itu telah ditetapkan dengan nas yang jelas, yang tidak boleh diijtihadkan.

Nas yang terang dan jelas mengatasi akal rasional, kerana nas itu adalah wahyu yang nyata maksudnya, tidak memerlukan akal rasional untuk menerangkannya, apalagi untuk membatalkan konsepnya yang jelas itu. Walau bagaimana pintarnya seseorang itu dan cerdiknya seorang pejuang hak wanita, namun mereka tidak akan dapat menentang dan menukar ketetapan Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Malah sikap sebahagian mereka yang memperkecil-kecil dan mempersenda-sendakan hukum Allah jelas memperlihatkan kejahilan dan kecetekan akal fikiran mereka dalam menanggapi hikmah di sebalik larangan-larangan Allah yang pada mereka amat mengongkong kebebasan dan pergerakan.

Sungguhpun begitu, akal rasional boleh meneliti hikmah di sebalik kewajipan itu bagi menambah keyakinan terhadap kebenaran hukum yang telah ditetapkan oleh nas.

Di antara hikmah kewajipan menutup aurat itu ialah untuk melindungi diri daripada jenayah seks. Sebagaimana yang kita ketahui jenayah seks adalah di antara jenayah yang sangat berleluasa dan kerap berlaku pada dekad ini. Jenayah-jenayah seperti rogol, zina, sumbang muhram dan khalwat memang sudah tidak asing lagi pada pendengaran kita. Punca yang banyak menyumbang ke arah berlakunya perkara ini ialah pendedahan aurat. Kenyataan ini boleh dibuktikan daripada berbagai-bagai sudut kajian dan penemuan.

Tiada siapapun dapat menyangkal pendedahan aurat berlaku di mana-mana, sama ada di tempat-tempat awam atau di majlis-majlis tertentu. Meskipun di negara kita kejadian seumpama ini masih terkawal, namun ada juga segelintir remaja mahupun golongan dewasa yang tidak segan silu mendedahkan auratnya. Lelaki misalnya, ada yang memakai seluar pendek yang menampakkan paha dan memakai seluar ketat yang boleh menampakkan raut anggotanya.

Biasanya kita boleh melihat mereka ini semasa mereka menjalankan aktiviti riadah.
Sementara perempuan pula, ada yang tidak memakai tudung, memakai seluar dan baju ketat, serta yang lebih dahsyat lagi ada yang memakai baju yang singkat hingga menampakkan perut.

Ada pula yang memakai tudung tetapi masih mempamerkan rambut di atas dahi dan ada pula yang memakainya di atas paras dada.
Semua bentuk pendedahan yang disebutkan ini adalah punca kepada rangsangan syahwat baik bagi lelaki mahupun perempuan yang boleh membawa kepada berlakunya gejala-gejala sosial yang tidak diingini.

Memang benar dalam ajaran Islam, naluri seks seseorang itu harus berjalan seiring dengan kehendak agama dan mempunyai cara-cara tertentu untuk mengawalnya. Tetapi sejauh manakah naluri itu akan dapat dikawal apabila berhadapan dengan aurat yang terbuka? Mungkin orang-orang yang mendedahkan aurat itu beralasan bahawa pakaian tidak menunjukkan

seseorang itu lebih Islamik. Alasan mereka ini samalah seperti alasan orang-orang Kristian yang mengatakan bahawa pakaian yang dipakai semasa memasuki gereja tidak penting, walau dengan berseluar pendek dan memakai kasut sekalipun, asalkan niat hatinya bersih.

Tetapi, orang yang menutup aurat dengan kesedaran bahawa pakaian seumpama itu diwajibkan oleh agama, sekurang-kurangnya akan berasa lapang kerana sudah menunaikan salah satu tuntutan agamanya. Walaupun dengan memakai pakaian menutup aurat itu, bukanlah bermakna Islamnya sempurna dan bebas daripada kemungkinan melakukan dosa. Memanglah tidak semua lelaki atau perempuan yang menutup aurat itu baik, ada juga yang melakukan bermacam-macam kesalahan, tetapi itu tidak bermakna kita harus meringankan hukum menutup aurat.

Realiti kehidupan manusia dewasa ini memperlihatkan bahawa banyak perkara mungkar sudah menjadi kelaziman malahan sebati di kalangan masyarakat. Tanpa merasa malu, mereka terus bergelumang dengan kemungkaran demi memenuhi hawa nafsu semata-mata. Sebahagiannya, ada yang sanggup dieksploitasi oleh para pengiklan yang bertujuan untuk melariskan jualan barangan keluaran mereka.

Sebagai agama yang mengamalkan keadilan dan kasih sayang, Islam mengamalkan sikap pencegahan sebelum berlakunya sesuatu. Melanggar sesuatu hukum yang diperintahkan Allah, walaupun mengenai pakaian, bukanlah perkara remeh. Mentaati perkara wajib adalah perkara besar, walaupun dipandang remeh oleh manusia.

Islam Memelihara 5 Perkara



Sebagaimana diketahui, bahawa semua agama di dunia ini mengharamkan arak. Islam mengharamkan arak kerana ia merosakkan akal, membawa kepada ketagihan dan mensia-siakan harta. Islam telah meletakkan 5 perkara yang perlu dijaga iaitu menjaga akal dengan mengharamkan meminum arak dan seumpamanya termasuk penagihan dadah. Menjaga harta dengan perlaksanaan hukum mencuri dan merompak. Menjaga keturunan dengan melaksanakan hukuman bagi orang yang melakukan perzinaan dan menuduh berzina. Menjaga nyawa iaitu dengan perlaksanaan qisas ( balasan seimbang ) bagi pembunuhan dan mencederakan anggota. Juga menjaga agama dengan melaksanakan hukum murtad( keluar agama). Ini semua tersebut dalam Hukum Jinayah Islam.

Apa Itu Arak?

Para fuqaha' berselisih pendapat dalam menentukan takrif arak. Apakah ia memberi erti apa sahaja bahan yang memabukkan atau nama khas bagi minuman yang tertentu sahaja.



Menurut pendapat jumhur, Arak disini bererti segala bahan yang memabukkan samaada diberi nama khamru atau memakai nama apapun juga dan samaada ia diproses dari bahan-bahan tertentu seperti buah anggur atau lain-lainnya seperti tamar, gandum dan sebaginya. Samaada ia dapat memabukkan apabila banyak ataupun tidak memabukkan ketika sedikit.

Islam Mengharamkan Arak

Pengharaman Arak amat jelas disebut oleh Allah dam Al-Quran dan Sunnah Nabi S.a.w:
" Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya arak, judi, berhala dan bertenung nasib adalah perbuatan yang keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah (haramkanlah) perbuatan itu agar kamu mendapat keuntungan "
(Surah Al-Maidah:90)

" Mereka bertanyakan kepada kamu( wahai Muhammad) tentang arak dan judi, katakanlah (kepada mereka) pada kedua-duanya terdapat dosa yang besar dan kebaikan kepada manusia, dan dosa keduanya lebih besar(banyak) dari kebaikan "
(Surah Al-Baqarah:219)

Sabda Rasulullah s.a.w:
" Apa-apa yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya juga haram (walaupun belum memabukan )"
(Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Abu Daud dan Ibnu Hibban )

Berdasarkan ayat di atas, arak ada mempunyai kebaikan tetapi keburukan lebih besar maka Islam mengharamkannya.

Keburukan Arak

Diantara kesan dari minum arak ialah membawa kepada kerosakan mental, penagfihan, mensia-sikan harta dan menjadi punca kepada kejahatan.
Menurut statistik rasmi di United Kingdom, alcohol-related crime adalah seperti berikut:

1. Hampir 45% kejadian jenayah, mangsa meyakini bahawa peyerangnya di bawah pengaruh alkohol(arak)
2. 39% keganasan rumahtangga melibatkan alkohol.
3. Hampir sejuta serangan ganas yang berlaku dalam tahun 2007-2008 dipercayai dilakukan oleh mereka yang sedang mabuk atau separa mabuk.

Manakala di Rusia pula, sekitar 72% kes pembunuhan adalah berkait dengan akibat minuman arak. 42% kes mati bunuh diri hasil dari arak.

Nabi menyatakan:
" Arak itu adalah ibu kepada kejahatan"
(Hadis Hasan )

Hukuman Bagi Peminum Arak

Hukum minum arak adalah termasuk dalam Hukum Hudud. Hukuman ini dapat disabitkan melalui keterangan saksi, pengakuan dan bukti.
Nabi bersabda:
" Barangsiapa yang minum arak maka sebatlah dia "
(Hadis Riwayat Ahmad)

Sabda rasulullah lagi:
" Allah s.w.t telah melaknat arak, peminum, pemberi minum, penjual, pembeli, pemerah, orang yang diperah untuknya, pembawa dan orang yang dibawa arak kepadanya "
(Hadis Riwayat Abu Daud )

Jumlah Sebatan

Banyak hadis-hadis nabi yang menerangkan jumlah sebatan yang dikenakan kepada orang yang telah disabitkan dengan kesalahan minum arak.
" Nabi telah didatangkan seorang lelaki yang telah minum arak, lalu telah disebatnya dengan dua pelepah tamar sebanyak 40 kali"
(Hadis Riwayat Muslim)
" Sesungguhnya dipukul(sebat) bagi arak(peminum) dengan kasut dan pelepah tamar sebanyak 40 kali "
(Hadis Riwayat muslim)

" Sesungguhnya nabi s.a.w merotan (sebat) dalam kes arak dengan pelepah tamar dan sepatu, kemudian abu bakar(dizamannya) juga menyebat dengan 40 kali sebatan. Diketika pemerintahan Umar, beliau meminta pandangan dari orang ramai. Apa pandangan kamu tentang sebatan bagi orang yang minum arak?. Lalu Abdul Rahman bin Auf berkata: Aku berpandangan kita menjadikannya hudud yang paling ringan ( qazaf ), maka Umar membuat keputusan untuk menyebat dengan 80 kali sebatan "
(Hadis Riwayat Muslim dan Abu Daud )

Beberapa Pandangan Ulamak

Jumhur fuqaha' mengatakan bahawa sebatan 40 kali kepada pesalah arak adalah hukuman hudud manakala Saidina Umar menjatuhkannya sebanyak 80 kali itu adalah bercampur hukuman ta'azir ( hukuman pengajaran atas pertimbangan hakim ) Maksudnya 40 kali adalah hudud dan selebihnya adalah ta'azir.

Peruntukan Hukuman Arak

Undang-undang Jenayah Syariah dinegeri-negeri ada memperuntukan undang-undang dengan kaedah Denda tidak melebihi RM5,000, penjara tidak melebihi 3 tahun , sebatan tidak melebihi 6 kali.
Walau bagaimanapun sekiranya hukuman itu adalah hudud maka peruntukan itu tidak mencukupi. Tetapi jika ia adalah Ta'azir maka peruntukan itu wajib dihormati sebagai hukum Allah.

Hukum Sebatan Syariah Islam

Hukuman sebatan Syariah amat berbeza dengan sebatan sivil kerana sebatan untuk kesalahan seperti meminum arak bukanlah bertujuan untuk menyiksa, tetapi lebih kepada memberi pengajaran. Bahkan cara-cara menyebat mengikut Islam telah diperincikan dalam Enakmen Tatacara Jenayah Syariah 2002 Negeri Pahang, Seksyen 125 dan 126. Garis panduan perlaksanaan hukuman sebatan mengikut Islam adalah seperti berikut:
1. Mahkamah atau Kerajaan Negeri menentukan dimana hukuman itu hendak dilaksanakan.
2. Pesalah mesti diperiksa oleh Doktor Kerajaan tentang tahap kesihatannya untuk menjalani hukuman sebat itu.
3. Alat untuk digunakan adalah rotan atau ranting kecil pokok yang berukuran panjang tidak lebih dari 1.22 meter (4 kaki) dan tebalnya 1.25cm (1/4 inci).
4. Orang yang akan menyebat itu mestilah seorang yang adil dan matang.
5. Tukang sebat itu mesti gunakan kekuatan yang sederhana tanpa mengangkat tangannya lebih dari paras kepala supaya tidak melukakan kulit.
6. Selepas mengenakan satu sebatan dia hendaklah angkat alat sebatan itu keatas dan tidak menariknya.
7. Sebatan boleh dikenakan ke seluruh badan kecuali muka, kepala, perut, dada atau bahagian sulit.
8. Pesalah yang disebat hendaklah berpakaian mengikut Hukum Syarak.
9. Pesalah lelaki disebat dalam keadaan berdiri dan perempuansecara duduk.
10. Perempuan yang hamil tidak boleh disebat dan mesti tunggu selepas 2 bulan dia melahirkan anaknya.

Kesimpulan

Perbezaan antara sebatan dipenjara yang ada pada hari ini( sangat berat ) jika dibandingkan dengan sebatan Syariah ( lebih ringan ) maka Hukum Islam amat adil sekali jika dibandingkan dengan hukum ciptaan manusia. Tetapi mengapa ada orang Islam yang mempertikai Hukum Allah. Tanyalah diri kita sendiri.........


Disediakan Oleh:
Bahagian Dakwah
Jabatan Agama Islam Selangor


Islam Memelihara 5 Perkara



Sebagaimana diketahui, bahawa semua agama di dunia ini mengharamkan arak. Islam mengharamkan arak kerana ia merosakkan akal, membawa kepada ketagihan dan mensia-siakan harta. Islam telah meletakkan 5 perkara yang perlu dijaga iaitu menjaga akal dengan mengharamkan meminum arak dan seumpamanya termasuk penagihan dadah. Menjaga harta dengan perlaksanaan hukum mencuri dan merompak. Menjaga keturunan dengan melaksanakan hukuman bagi orang yang melakukan perzinaan dan menuduh berzina. Menjaga nyawa iaitu dengan perlaksanaan qisas ( balasan seimbang ) bagi pembunuhan dan mencederakan anggota. Juga menjaga agama dengan melaksanakan hukum murtad( keluar agama). Ini semua tersebut dalam Hukum Jinayah Islam.

Apa Itu Arak?

Para fuqaha' berselisih pendapat dalam menentukan takrif arak. Apakah ia memberi erti apa sahaja bahan yang memabukkan atau nama khas bagi minuman yang tertentu sahaja.



Menurut pendapat jumhur, Arak disini bererti segala bahan yang memabukkan samaada diberi nama khamru atau memakai nama apapun juga dan samaada ia diproses dari bahan-bahan tertentu seperti buah anggur atau lain-lainnya seperti tamar, gandum dan sebaginya. Samaada ia dapat memabukkan apabila banyak ataupun tidak memabukkan ketika sedikit.

Islam Mengharamkan Arak

Pengharaman Arak amat jelas disebut oleh Allah dam Al-Quran dan Sunnah Nabi S.a.w:
" Wahai orang-orang yang beriman sesungguhnya arak, judi, berhala dan bertenung nasib adalah perbuatan yang keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah (haramkanlah) perbuatan itu agar kamu mendapat keuntungan "
(Surah Al-Maidah:90)

" Mereka bertanyakan kepada kamu( wahai Muhammad) tentang arak dan judi, katakanlah (kepada mereka) pada kedua-duanya terdapat dosa yang besar dan kebaikan kepada manusia, dan dosa keduanya lebih besar(banyak) dari kebaikan "
(Surah Al-Baqarah:219)

Sabda Rasulullah s.a.w:
" Apa-apa yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya juga haram (walaupun belum memabukan )"
(Hadis riwayat Ahmad, Tirmizi, Abu Daud dan Ibnu Hibban )

Berdasarkan ayat di atas, arak ada mempunyai kebaikan tetapi keburukan lebih besar maka Islam mengharamkannya.

Keburukan Arak

Diantara kesan dari minum arak ialah membawa kepada kerosakan mental, penagfihan, mensia-sikan harta dan menjadi punca kepada kejahatan.
Menurut statistik rasmi di United Kingdom, alcohol-related crime adalah seperti berikut:

1. Hampir 45% kejadian jenayah, mangsa meyakini bahawa peyerangnya di bawah pengaruh alkohol(arak)
2. 39% keganasan rumahtangga melibatkan alkohol.
3. Hampir sejuta serangan ganas yang berlaku dalam tahun 2007-2008 dipercayai dilakukan oleh mereka yang sedang mabuk atau separa mabuk.

Manakala di Rusia pula, sekitar 72% kes pembunuhan adalah berkait dengan akibat minuman arak. 42% kes mati bunuh diri hasil dari arak.

Nabi menyatakan:
" Arak itu adalah ibu kepada kejahatan"
(Hadis Hasan )

Hukuman Bagi Peminum Arak

Hukum minum arak adalah termasuk dalam Hukum Hudud. Hukuman ini dapat disabitkan melalui keterangan saksi, pengakuan dan bukti.
Nabi bersabda:
" Barangsiapa yang minum arak maka sebatlah dia "
(Hadis Riwayat Ahmad)

Sabda rasulullah lagi:
" Allah s.w.t telah melaknat arak, peminum, pemberi minum, penjual, pembeli, pemerah, orang yang diperah untuknya, pembawa dan orang yang dibawa arak kepadanya "
(Hadis Riwayat Abu Daud )

Jumlah Sebatan

Banyak hadis-hadis nabi yang menerangkan jumlah sebatan yang dikenakan kepada orang yang telah disabitkan dengan kesalahan minum arak.
" Nabi telah didatangkan seorang lelaki yang telah minum arak, lalu telah disebatnya dengan dua pelepah tamar sebanyak 40 kali"
(Hadis Riwayat Muslim)
" Sesungguhnya dipukul(sebat) bagi arak(peminum) dengan kasut dan pelepah tamar sebanyak 40 kali "
(Hadis Riwayat muslim)

" Sesungguhnya nabi s.a.w merotan (sebat) dalam kes arak dengan pelepah tamar dan sepatu, kemudian abu bakar(dizamannya) juga menyebat dengan 40 kali sebatan. Diketika pemerintahan Umar, beliau meminta pandangan dari orang ramai. Apa pandangan kamu tentang sebatan bagi orang yang minum arak?. Lalu Abdul Rahman bin Auf berkata: Aku berpandangan kita menjadikannya hudud yang paling ringan ( qazaf ), maka Umar membuat keputusan untuk menyebat dengan 80 kali sebatan "
(Hadis Riwayat Muslim dan Abu Daud )

Beberapa Pandangan Ulamak

Jumhur fuqaha' mengatakan bahawa sebatan 40 kali kepada pesalah arak adalah hukuman hudud manakala Saidina Umar menjatuhkannya sebanyak 80 kali itu adalah bercampur hukuman ta'azir ( hukuman pengajaran atas pertimbangan hakim ) Maksudnya 40 kali adalah hudud dan selebihnya adalah ta'azir.

Peruntukan Hukuman Arak

Undang-undang Jenayah Syariah dinegeri-negeri ada memperuntukan undang-undang dengan kaedah Denda tidak melebihi RM5,000, penjara tidak melebihi 3 tahun , sebatan tidak melebihi 6 kali.
Walau bagaimanapun sekiranya hukuman itu adalah hudud maka peruntukan itu tidak mencukupi. Tetapi jika ia adalah Ta'azir maka peruntukan itu wajib dihormati sebagai hukum Allah.

Hukum Sebatan Syariah Islam

Hukuman sebatan Syariah amat berbeza dengan sebatan sivil kerana sebatan untuk kesalahan seperti meminum arak bukanlah bertujuan untuk menyiksa, tetapi lebih kepada memberi pengajaran. Bahkan cara-cara menyebat mengikut Islam telah diperincikan dalam Enakmen Tatacara Jenayah Syariah 2002 Negeri Pahang, Seksyen 125 dan 126. Garis panduan perlaksanaan hukuman sebatan mengikut Islam adalah seperti berikut:
1. Mahkamah atau Kerajaan Negeri menentukan dimana hukuman itu hendak dilaksanakan.
2. Pesalah mesti diperiksa oleh Doktor Kerajaan tentang tahap kesihatannya untuk menjalani hukuman sebat itu.
3. Alat untuk digunakan adalah rotan atau ranting kecil pokok yang berukuran panjang tidak lebih dari 1.22 meter (4 kaki) dan tebalnya 1.25cm (1/4 inci).
4. Orang yang akan menyebat itu mestilah seorang yang adil dan matang.
5. Tukang sebat itu mesti gunakan kekuatan yang sederhana tanpa mengangkat tangannya lebih dari paras kepala supaya tidak melukakan kulit.
6. Selepas mengenakan satu sebatan dia hendaklah angkat alat sebatan itu keatas dan tidak menariknya.
7. Sebatan boleh dikenakan ke seluruh badan kecuali muka, kepala, perut, dada atau bahagian sulit.
8. Pesalah yang disebat hendaklah berpakaian mengikut Hukum Syarak.
9. Pesalah lelaki disebat dalam keadaan berdiri dan perempuansecara duduk.
10. Perempuan yang hamil tidak boleh disebat dan mesti tunggu selepas 2 bulan dia melahirkan anaknya.

Kesimpulan

Perbezaan antara sebatan dipenjara yang ada pada hari ini( sangat berat ) jika dibandingkan dengan sebatan Syariah ( lebih ringan ) maka Hukum Islam amat adil sekali jika dibandingkan dengan hukum ciptaan manusia. Tetapi mengapa ada orang Islam yang mempertikai Hukum Allah. Tanyalah diri kita sendiri.........


Disediakan Oleh:
Bahagian Dakwah
Jabatan Agama Islam Selangor