Rabu, 20 Jun 2012

Larangan ketawa


Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Sufyan bin Uyainah berkata: "Nabi Isa a.s. berkata kepada sahabat hawariyyin (yang setia): "Hai garam bumi kamu jangan merosak sebab segala sesuatu jika dirosak dapat diubati dengan garam dan bila garamnya yang rosak tidak dapat diubati dengan apapun, hai para hawariyyin, kamu jangan memungut upah dari orang yang kamu ajar kecuali sebagaimana kamu memberi kepadaku dan ketahuilah bahawa kamu mempunyai dua ciri kebolehan iaitu tertawa tanpa sebab yang mentertawakan dan tiudr pagi tanpa bangun malam."
Garam bumi para ulama yang selalu memberi petunjuk kepada manusia dan memperbaiki akhlak kelakuan manusia dan menunjukkan jalan yang diridhoi Allah s.w.t., maka apabila ulama telah meninggalkan tugasnya maka siapakah yang dapat ditiru oleh orang-orang yang bodoh. Kerana ulama sebagai waris Nabi seharusnya mereka mengikuti jejak Nabi, yakni tidak minta upah atas ajarannya, sebagaimana firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): "Qul la as'alukum alaihi ajra illal mawaddata filqurba." (Yang bermaksud): "Katakanlah saya tidak minta daripadamu upah, hanya supaya kamu suka pada kaum kerabatku." Sedang upah hanya dari Allah s.w.t. Yang dimaksudkan dengan tertawa ialah bergelak-gelak dan ini makruh kurang baik dan tidur pagi padahal tidak bangun malam tanda kurang sihat akal.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tidur waktu pagi itu tanda-tanda ahmaq (degil) dan tengah hari itu baik dan petang hari tanda kebodohan."

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibn Umar r.a. berkata: "Pada suatu hari Nabi Muhammad s.a.w. keluar kemasjid, tiba-tiba ada orang berbicara-bicara sambil tertawa, maka Nabi Muhammad s.a.w. berhenti didepan mereka dan memberi salam lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingati yang merosak kelazatan." Sahabat bertanya: "Apakah yang merosakkan kelazatan itu?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Mati." Kemudian Nabi Muhammad s.a.w. keluar melihat orang-orang sedang tertawa gelak-gembira, maka Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepada mereka: "Ingatlah demi Allah yang jiwaku ditanganNya andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui nescaya kamu sedikit tertawa dan banyak menangis." Kemudian dilai hari keluar pula dan melihat orang-orang sedang gelak ketawa sambil berbicara-bicara, maka Nabi Muhammad s.a.w. memberi salam dan berkata: "Sesungguhnya Islam ini pada mulanya asing dan akan kembali asing, maka untung bagi orang-orang yang asing pada hari kiamat." Ditanya: "Siapakah orang-orang asing itu pada hari kiamat?" Jawab Nabi Muhammad s.a.w.: "Ialah mereka yang memperbaiki dimasa kerosakan manusia." (Yakni jika manusia telah rosak moralnya (akhlak) maka mereka tetap memperbaiki akhlak mereka.)

Abul Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Ishaq bin Manshur berkata: "Ketika Khidzir akan berpisah dengan Nabi Musa a.s. maka berkata Nabi Musa a.s.: "Berilah nasihat kepadaku." Khidzir berkata: "Ya Musa, jangan banyak bicara dan jangan berjalan tanpa kepentingan dan jangan tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan dan jangan menempelak orang yang salah dengan dosa kesalahannya dan menangislah atas dosa-dosamu sendiri, hai putera Imran."

Ja'far bin Auf dari Mas'ud dari Auf bin Abdullah berkata: "Biasa Nabi Muhammad s.a.w. tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak menoleh kecuali dengan wajahnya." (Yakni tidak suka melerek) Hadis ini menunjukkan bahawa senyum itu sunnat dan tertawa bergelak-gelak itu makruh. Maka seharusnya orang yang sihat akal jangan gelak-gelak tertawa sebab banyak yang bergelak didunia bererti akan banyak menangis diakhirat. Allah s.w.t. berfirman (Yang berbunyi): "Fal yadh haku qalila wakyabku katsira." (Yang bermaksud): "Hendaklah kamu sedikit ketawa dan banyak menangis setelah menerima pembalsan dari amal perbuatan mereka."

Alhasan Albashri berkata: "Sungguh ajaib seseorang dapat tertawa pada hal dibelakangnya ada api neraka dan orang yang bersuka-suka sedang dibelakangnya maut."

Alhasan Albashri bertemu dengan pemuda yang sedang tertawa, lalu ditanya: "Hai anak, apakah engkau sedah menyeberang shirath?" Jawabnya: "Belum." "Apakah engkau pasti engkau akan masuk syurga atau neraka?" Jawabnya: "Belum." "Lalu kerana apa engkau tertawa sedemikian itu?" Maka sejak itu pemuda itu tidak tertawa lagi. Nasihat Alhasan meresap benar dalam hatiya sehingga ia bertaubat daripada tertawaan. Demikianlah nasihat dari ulama yang mengamalkan benar ilmunya, sangat berguna ilmunya dan berkesan nasihat-nasihatnya, adapun ulama-ulama sekarang kerana mereka sendiri tidak menjalankan ilmunya maka ajarannya kurang berkesan.

Ibn Abbas r.a. berkata: "Siapa yang tertawa ketika berbuat dosa maka ia akan menangis ketika akan masuk neraka." Orang yang lebih banyak ketawa didunia merekalah yang lebih banyak menangis diakhirat, dan orang yang banyak menangis didunia merekalah yang banyak tertawa diakhirat.

Yahya bin Mu'aadz Arrazi berkata: "Empat macam yang menghilangkan tertawanya orang mukmin dan kesenangannya iaitu:

Memikirkan akhirat

Kesibukan pencarian keperluan hidup

Kerisauan memikirkan dosa

Tibanya musibah bala

Maka seharusnya seorang mukmin sibuk memikirkan semua itu supaya tidak banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu bukan sifat orang mukmin, bahkan Allah s.w.t. telah mencela orang-orang yang tertawaan didalam ayat (Yang berbunyi): "Afa min hadzal haditsi ta'jabun, watadh hukuna wala takbun, wa antum saamiduun." (Yang bermaksud): "Apakah kerana keterangan ajaran ini kamu ajaib, dan tertawa dan tidak menangis, padahal kamu sedang lalai."

Dan Allah s.w.t. memuji orang-orang yang menangis didalam ayat (Yang berbunyi): "Wa yakhirruna lil adzqaani yabkuun." (Yang bermaksud): "Dan mereka menundukkan dagunya sambil menangis."

Maka selayaknya tiap orang memikirkan lima macam iaitu:

Memikirkan dosa-dosanya yang lalu, sebab ia telah berbuat dosa-dosa itu tetapi tidak mengetahui apakah dimaafkan atau tidak.

Dia telah berbuat amal kebaikan tetapi belum mengetahui apakah diterima atau tidak

Dia telah mengetahui apa yang telah lalu dari masa hidupnya dan belum mengtahui bagaimana kesudahannya

Dia telah mengetahui bahawa Allah s.w.t. membuat tempat maka ditempat yang mana ia akan masuk

Dia tidak mengetahui apakah Allah s.w.t. ridho kepadanya atau murka


Maka siapa yang tidak memperhatikan lima macam ini dimasa hidup, ia akan menerima lima macam sesudah mati iaitu:

Menyesal terhadap apa yang ia tinggalkan kepada ahli waris yang akan menjadi musuhnya

Menyesal kerana menunda-nunda amal kebaikan sehingga sedikit amal kebaikannya

Menyesal kerana melihat dosa-dosa yang amat banyak sehingga minta izin kembali untuk taubat dan tidak diizinkan

Menyesal kerana banyak yang menuntutnya dan tidak dibayar tuntutan itu kecuali dengan amal

Allah s.w.t. murka kepadanya dan tidak ada jalan untuk minta ridhoNya

Abu Dzar r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Andaikan kamu mengetahui sebagaimana yang aku ketahui, nescaya kamu banyak menangis dan sedikit tertawa, dan andaikan kamu mengetahui apa yang aku ketahui, nescaya kamu akan keluar kedataran tinggi menjerit-jerit kepada Tuhan menangis dan andaikan kamu mengetahui apa yang aku ketahui nescaya tidak dapat bersuka-suka pada isterimu dan tidak tenang ditempat tidurmu. Dan saya ingin andaikan ketika Allah s.w.t. menjadikan aku dijadikan pohon yang ditebang orang."

Yunus meriwayatkan dari Alhasan Albashri berkata: "Seorang mukmin tiap pagi dan petang ia sedih memikirkan hari kemudian." Dan Alhasan sendiri selalu tampak bagaikan orang baru menguburkan ibunya. Al-auza'i ketika menafsirkan ayat (Yang berbunyi): "Maa lihaadzal kitabi la yughaadiru soghirotan walaa kabiratan illa ahshaha." (Yang bermaksud): "Mengapakah suratan amal ini tidak meninggalkan yang kecil maupun yang besar melainkan dicatatnya?." Tafsiran yang kecil itu senyum dan yang besar itu gelak ketawa.

Abdullah bin Amar bin Al-ash r.a. berkata: "Andaikan kamu mengetahui apa yang aku ketahui tentu kamu sedikit tertawa dan banyak menangis, dan nadaikan kamu mengetahui apa yang aku ketahui nescaya akan sujud salah satu kamu hingga putus punggungnya dan akan menjerit sehabis suaranya, menangislah kamu kepada Allah s.w.t. jika tidak dapat menangis maka tangis-tangiskanlah sehingga menyerupai orang-orang yang menangis."

Sufyan bin Muhammad bin Ajlan menerangkan hadis yang menerangkan: "Tiap mata akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga iaitu:

Mata yang pernah menangis kerana takut kepada Allah s.w.t.

Mata yang dipejamkan dari apa yang diharamkan oleh Allah s.w.t.

Mata yang jaga malam dalam jihad fisabilillah

Abu Hanifah berkata: "Saya pernah tertawa satu kali dan saya sangat menyesal atas kejadian itu, iaitu ketika saya berdebat dengan Amr bin Ubaid Alqadari (Orang bermadzhab qodariyah yang tidak percaya pada takdir Allah s.w.t. yang sudah selesai), ketika saya merasa menang lalu tertawa, maka ia berkata: "Engkau bicara tentang ilmu dan tertawa, maka saya tidak akan berkata-kata kepadamu untuk selamanya" maka saya sangat menyesal, sebab andaikan saya tidak tertawa nescaya akan dapat menundukkannya kefahamanku sehingga menjadi kebaikan bagi ilmu."

Muhammad bin Abdullah Al-abid berkata: "Siapa yang meninggalkan penglihatan yang tidak perlu, ia mendapat taufiq untuk khusyu' dan siapa meninggalkan sombong diberi taufiq untuk bertawadhuk dan siapa yang meninggalkan bicara yang tidak penting maka ia mendapat hikmat dan siapa yang meninggalkan makanan yang berlebihan maka diberi taufiq untuk merasakan lazatnya ibadat, dan siapa yang meninggalkan senda gurau diberi wibawa dan keindahan, dan siapa yang meninggalkan tertawa maka ia berwibawa dan hebat, dan siapa yang tidak menginginkan kekayaan orang maka dicinta, dan siapa yang tidak menyelidiki hal orang, maka ia diberi taufiq untuk menyelidiki kesalahan diri sendiri, dan siapa yang meninggalkan ragu terhadap sifat-sifat Allah s.w.t. maka selamat dari nifaq."

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda mengenai firman Allah s.w.t. (Yang berbunyi): "Wa kaana tahtahu kanzullalhumma." Dibawahnya ada lembaran mas yang tertulis lima garis iaitu:

Saya hairan pada orang yang yakin akan mati, bagaimana ia dapat bergembira

Saya hairan terhadap orang yang yakin adanya neraka, bagaimana ia dapat tertawa

Saya hairan pada orang yang yakin pada takdir, bagaimana ia susah (berdukacita)

Saya hairan pada orang yang yakin pada perubahan dunia, bagaimana ia merasa senang

Laa ilaha illallah, Muhammad rasulullah

Tsabit Albunani berkata: "Diceritakan bahawa tertawanya seorang mukmin itu kerana lupa kepada urusan akhirat, andaikan ia tidak lupa maka tidak akan ketawa."

Yahya bin Mu'adz Arrazi berkata: "Carilah kesenangan yang tidak ada susahnya, dengan bersusah yang tidak ada senangnya." Yakni kesenangan akhirat yang abadi tidak dapat dicapai tanpa mengendalikan hawa nafsu syahwat, sehingga terasa selalu susah kerana harus menelan liur, kerana menahan keinginan hawa nafsu syahwat."

Tiga macam hal yang dapat mengeraskan hati iaitu:

Tertawa tanpa sesuatu yang mentertawakan (ajaib)

Makan tanpa rasa lapar

Bicara yang tidak penting (perlu)

Bahz bin Hakiem dari ayahnya dari neneknya berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Ancaman celaka bagi orang yang dusta untuk mentertawakan orang, ancaman bahaya baginya ancaman celaka baginya."

Ibrahim Annakha'i berkata: "Adakalanya seorang melepas satu kalimat untuk mentertawakan orang-orang disekitarnya, maka Allah s.w.t. murka padanya lalu murka Allah s.w.t. itu merata kepada orang-orang yang disekitarnya. Dan adakalanya seorang berkata kalimat yang diridhoi Allah s.w.t., maka ia mendapat rahmat dan rahmat Allah s.w.t. itu merata kepada orang-orang yang disekitarnya."

Watsilah bin Al-asqa' dari Abuhurairah r.a. berkata Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Hai Abuhurairah, jadilah engkau seorang warak (menghindari semua yang haram dan syubhat) nescaya engkau menjadi sebaik-baik manusia ibadatnya, dan jadilah engkau orang yang qana'ah (teriman), nescaya menjadi manusia yang sangat bersyukur, dan sukailah untuk lain orang apa yang kau suka untuk dirimu sendiri nescaya engkau menjadi orang mukmin, dan perbaikilah ketetanggaan kepada tetanggamu nescaya engkau menjadi orang muslim dan kurangilah tertawa sebab banyak tertawa itu mematikan hati."

Malik bin Dinar dari Al-ahnaf bin Qays berkata: "Umar berkata kepadaku: "Siapa yang banyak tertawa kurang wabawanya dan siapa yang suka bergurau diremehkan orang dan siapa yang membiasakan sesuatu terkenal dengan kebiasaannya itu dan siapa yang banyak bicara banyak salahnya dan siapa yang kurang waraknya (hati-hatinya) dan siapa yang kurang wara'nya mati hatinya dan siapa yang mati hatinya maka neraka lebih layak baginya."

Abul Laits berkata: "Awaslah kamu dari tertawa bergelak kerana mengandungi lapan bahaya iaitu:

Tercela oleh ulama dan orang yang sopan sempurna akal

Memberanikan orang bodoh kepadanya

Jika engkau bodoh nescaya bertambah kebodohanmu dan bila engkau alim berkurang ilmumu sebab ada riwayat: Seorang alim jika tertawa bererti telah memuntahkan ilmunya.

Melupakan dosa-dosa yang lampau

Memberanikan berbuat dosa dimasa mendatang sebab bila tertawa gelak membekukan hatimu

Melupakan mati dan akhirat

Engkau menanggung dosa orang yang tertawa kerana tertawamu

Tertwa gelak-gelak itu menyebabkan banyak menangis diakhirat

Abu Dzar menafsirkan ayat (Yang berbunyi): "Fal yadh haku qalila, walyabku katsira, jazaaan bima kaanu yaksibun." (Yang bermaksud): "Hendaklah mereka ketawa sedikit, sebab didunia ini sedikit dan mereka akan menangis banyak, kerana akhirat itu abadi sebagai pembalasan terhadap apa yang mereka perbuat."

Sifat Syaitan Dan Cara Syaitan Mati


Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya ia musuh yang nyata terhadap kamu! (Yasin : 60)


Berasaskan kepada keyakinan akan isyarat firman Allah SWT. seperti di atas yang memberi peringatan yang besar dan penting tentang permusuhan syaitan laknatullah yang berakar-umbi semenjak zahirnya ciptaan makhluk manusia pertama Nabi Adam Alaihissalam. Kita semua lemah dan tidak bisa terlepas dari permusuhannya dan tipudaya nya kerana manusia mulia yang dijadikan dengan Qudrat Allah seperti Nabi Adam Alaihissalam pernah menjadi mangsa putar belitnya sehingga menerima hukuman dikeluarkan dari syurga tempat cerah kepada dunia tempat gelap.

Kitab-kitab yang menjadi tempat rujukan dan ambilannya ialah dari Kitab Minhajul Abidin oleh Imam Al-Ghazali, Kitab Syarah Usul Tahqiq yang tidak diketahui siapa penterjemahnya, Kitab Tanbihul Ghafilin karangan Abullaits Assamarqandi serta dobet dan kata-kata dari Tuan Guru Suluk. Haji Mohamad bin Haji Ali.


Ini suatu peringatan yang amat penting!!!.


Kedua; sebab engkau harus memusuhi syaitan itu ialah kerana syaitan sudah menjadi tabiatnya dilahirkan untuk memusuhi kamu, dan mereka selalu siap untuk memerangi kamu, siang-malam terus menerus melemparimu dengan senjata-senjatanya, sedangkan engkau tidak sedar dan lalai daripadanya, maka apalah jadinya nanti.

Kemudian ada lagi satu erti yang penting bagimu untuk diperhatikan iaitu bahawa engkau beribadah kepada Allah dan mengajak makhluk kepada keedhoan Allah dengan ucapan dan perbuatan, yang kesemuanya ini bertentangan dengan perbuatan syaitan dan cita-citanya dan kemahuannya serta usahanya. Ini adalah petanda engkau sudah siap untuk membuat syaitan dan mencari jalan untuk menang dan untuk menentangnya. Maka syaitan pun demikian, dia sudah siap pula untuk melawan dan memerangimu serta menipumu sampai engkau binasa bahkan supaya engkau hancur sama sekali, kerana diapun sudah merasa tidak aman lagi daripadamu

Syaitan itu, bagi orang-orang yang baik kepadanya menjadi teman kerana selalu menurutkan kemahuannya seperti kafir-kafir, termasuk juga pada mereka yang tidak mempunyai maksud untuk memerangi mereka dan tidak benci kepadanya. Terhadap orang-orang yang demikian itu syaitan sudah bermaksud untuk membinasakan dann menjahanamkan terus-terusan.

Sebenarnya terhadap orang-orang yang sejalan dengannya, syaitan tetap merasa bermusuhan secara umum, tetapi terhadapmu, rasa permusuhannya adalah secara khusus dan persoalanmu bagi syaitan dianggap penting sekali, kerana bersama syaitan itu terdapat banyak pembantu-pembantu dan teman-temannnya untuk membinasakanmu. Di antaranya yang paling garang ialah hawa nafsumu sendiri, di samping itu banyak sebab-sebab dan lobang serta pintu untuk syaitan masuk kepadamu, sedangkan engkau sering lupa.

Benar sekali apa yang yang dikatakan oleh Sayyidina Yahya bin Muad'dz Arrozy;


"Syaitan itu pengganggur, penuh waktunya untuk menjalankan rencananya, sedangkan engkau terus sibuk dan syaitan melihatmu, tetapi engkau tidak melihatnya, engkau lupa kepada syaitan, tapi syaitan selalu ingat kepadamu, dan untuk mengalahkanmu syaitan banyak pembantunya"


Oleh kerana itu engkau harus mempunyai tekad untuk memerangi dan mengalahkan dia. Jika tidak, engkau tidak bisa aman dari binasa dan kehancuran.

Dan sesungguhnya Iblis telah dapati sangkaannya tepat terhadap mereka, iaitu mereka menurutnya, kecuali sebahagian dari orang-orang yang beriman [yang tidak terpedaya kepada hasutannya](Saba : 20)

Tipuan Syaitan Terhadap Mereka Yang Beribadat

Adapun tipuan serta ajakan syaitan terhadap manusia agar meninggalkan beribadah kepada Allah Taala ada 7 macam jalan;

1. Syaitan melarang manusia, agar jangan taat kepada Allah. Orang-orang yang dipelihara Allah, akan menolak ajakan itu dan akan berkata:

Aku sangat memerlukan sekali kepada pahala dari Allah, kerana aku harus mempunyai bekal dari dunia untuk akhirat yang kekal abadi.
2. Bila pujukan pertama tidak berhasil, maka syaitan mengajak manusia untuk mengakhiri taat; nanti saja atau kalau sudah tua, dan sebagainya. Orang-orang yang terpelihara akan menolak ajakan itu dan akan berkata:

Ajalku bukan pada tanganku; jika aku menunda-nunda amal hari ini untuk esok, maka amal hari esok bila akan aku kerjakan, padahal tiap-tiap hari dan waktu mempunyai amal tersendiri dan hak hukum waktunya.
3. Kadang-kadang syaitan akan mendorong manusia supaya terburu-buru mengerjakan amal baik dengan amat segera dan katanya: Ayuh' cepat-cepat beramal supaya engkau dapat memburu lagi amal lainnya. Orang-orang yang selamat tentu menolak dan berkata:

Amal yang sedikit tapi sempurna lebih baik daripada amal banyak tetapi tidak sempurna. Dalam hal Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda dengan maksud:
"Tergopoh-gopoh itu pembawaan dari syaitan, kecuali dalam lima perkara;
1. Mengkahwinkan anak perawan jika telah sampai waktunya.
2. Membayar hutang jika sudah sampai janjinya.
3. Menguruskan mayat bila datang ajalnya.
4. Menghormati tetamu di kala ia datang bertandang.
5. Bertaubat setelah mengerjakan dosa.
4. Syaitan itu lalu menyuruh manusia supaya mengerjakan amal baik dengan sempurna sebab kalau tidak sempurna nanti dicela oleh orang lain. Orang-orang yang terpelihara tentu menolaknya dan akan berkata;

Untuk saya cukup dinilai oleh Allah sahaja dan tidak ada faedahnya beramal kerana manusia. Ini adalah isyarat supaya manusia Riya' dalam amalnya.
5. Setelah itu syaitan menancapkan perasaan dalam hati orang yang beramal dengan mengatakan; Betapa tingginya darjatmu dapat beramal sholeh dan betapa pula cerdikmu dan kesempurnaanmu. Orang-orang yang baik akan menjawab

bahawa semua keagungan dan kesempurnaann itu kepunyaan Allah, bukan kekuatan atau kekuasaan aku. Allahlah yang memberi taufiq kepadaku untuk mengerjakan amal yang Ia redhoi, dan memberikan ganjaran yang besar dengan anugerah kurniaNya. Jika sekiranya tanpa kurnia Allah, maka apalah harganya amalku ini dibandingkan dengan banyaknya nikmat Allah kepadaku, di samping dosaku yang banyak pula.
Tidak dapat berkata-kata dan mengamalkan begini melainkan mereka yang mempunyai ilmu pengetahuan tentang Ilmu Tasauf atau Ilmu Makrifat.

6. Setelah jalan kelima gagal, maka syaitan mengajukan jalan yang keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut tadi, dan tidak akan bisa selamat terhadapnya kecuali orang yang cerdik dan hidup fikirannya. Syaitan itu berkata, membisikkan di hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan Sir, jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan menzhohirkan amalmu nanti terhadap manusia dan akan mengatakan bahawa engkau adalah seorang hamba Allah yang ikhlas". Syaitan itu mencampur-baurkan terhadap setiapa orang yang beramal dengan amal tipuannya yang lemah sekali. Dengan ucapannya itu, syaitan bermaksud untuk memasukkan sebahagian daripada penyakit Riya'. Orang yang terpelihara oleh Allah akan menolak ajakan syaitan itu dengan mengatakan;

Hai Malaun (yang dilaknat) tiada henti-henti engkau menggodakaku untuk merosakkan amal dan ibadatku dengan berbagai-bagai jalan dan sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu untuk merosakkannya. Aku ini hamba Allah dan Allahlah jua yang menjadikan aku. Kalau Allah SWT. berkehendak menzhohirkan amalku atau menyembunyikannya; dan kalau berkehendak menjadikan aku mulia atau hina, ini adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak kerana itu bukan urusan aku sebagai seorang hamba Allah.
7. Setelah gagal syaitan itu menggoda dengan jalan keenam, maka ia menggoda lagi dengan jalan ketujuh dengan mengatakan; "Hai manusia..tidak perlu engkau menyusahkan dirimu untuk beramal ibadah, kerana jika engkau telah ditetapkan oleh Allah pada masa azali dan dijadikan makhluk yang bahagia, maka tidak menjadi mudorat apa-apa bagi engkau untuk meninggalkan amal, engkau akan tetap menjadi seorang yang bahagia. Sebaliknya jika engkau dikehendaki Allah menjadi orang yang celaka, maka tidak ada gunanya lagi engkau beramal dan tetaplah engkau celaka".Orang-orang yang terpelihara oleh Allah tentu akan menolak godaan ini dengan mengatakan:

Aku ini seorang hamba, berkewajipan menurut perintah Tuhanku. Tuhan Maha Mengetahui , menetapkan sekehendakNya dan berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaanku. Jika aku dijadikan seorang yang seorang yang berbahgia, aku tetap perlu beribadah untuk menambah pahala, dan jika aku dijadikan seorang yang celaka, aku tetap harus beramal ibadah, supaya tidak menjadi penyesalan bagi diriku meninggalkan amal itu.
Jika sekiranya aku dimasukkan neraka, padahal aku taat, aku lebih senang daripada jika dimasukkan neraka kerana aku maksiat. Tetapi tidak akan demikian keadaannya kerana janji Allah pasti terjadi dan sabdaNya pasti benar. Allah telah menjanjikan kepada siapa yang beramal taat kepadaNya akan diberi ganjaran. Siapa-siapa yang meninggal dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah, tidak akan dimasukkan ke dalam neraka dan pasti akan dimasukkan ke Syorga. Jadi masuknya, seseorang ke Syurga bukanlah kerana kekuatan amalnya, tetapi kerana janji Allah semata yang pasti dan suci.
Oleh kerana itu, sedarlah wahai hamba Allah, semoga Allah memberi rahmat kepadamu, sesungguhnya urusan taat kepada Allah seperti yang engkau lihat dan dengar bahawa banyak sekali godaan dan tipuan syaitan untuk menggagalkannya. Qiyaslah segala urusan dan tingkah laku kepada keadaan tersebut, dan bermohonlah pertolongan kepada Allah agar engkau dilindungi dan dipelihara dari kejahatan syaitan ini, kerana sega sesuatu benda di bawah kekuasaan Allah dan kepada Allah kita mohon Taufiq untuk mendapatkan keridhoaanNya.

TIDAK ADA DAYA UNTUK MENINGGALKAN MAKSIAT DAN TIDAK ADA KEKUATAN UNTUK MENGERJAKAN TAAT, KECUALI DENGAN PERTOLONGAN ALLAH YANG MAHA LUHUR DAN MAHA AGUNG

Dan sememangnya tiadalah bagi Iblis sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, melainkan untuk menjadi ujian bagi melahirkan pengetahuan Kami tentang siapakah yang benar-benar beriman kepada hari akhirat dan siapa pula yang ragu-ragu terhadapnya. Dan (ingatlah) Tuhanmu sentiasa mengawal serta mengawasi tiap-tiap sesuatu. [Saba : 21]

Hikayat dari Ahli Tasauf Wahab bin Munabih RA.

Dipetik dari Kitab Hikam Ibni Athoillah As-Kandari (halaman 25)

Seorang lelaki daripada Bani Israil telah berpuasa ia selama 70 tahun lamanya. Dalam tiap-tiap tahun, lelaki berkenaan hanya akan berbuka pada dua hari raya dan tiga hari tasyrik.

Maka memohon ia kepada Allah Taala supaya diperlihatkannya bagaimana derhaka dan tipu dayanya terhadap manusia. Maka setelah lama sekali berpanjangan masa hajat dan niatnya untuk melihat syaitan itu, namun tiada diperkenankan pintanya.

Maka kata lelaki tersebut;

"Maka jikalau aku minta nyatakan atas kesalahanku dan dosaku antaraku dan Tuhanku, nescaya adalah terlebih baik daripada pekerjaannya(hajatku) untuk melihat syaitan".

Mendengar kata-kata itu, Allah Taala telah memerintah seorang malaikat kepada lelaki tersebut. Maka berkata malaikat kepadanya;

"Bahawasanya Allah 'Azzawajalla telah menyuruh ia akan daku kepadamu supaya menyampaikan firmanNya kepadamu yang bermaksud

"Kata-kata mu itu(untuk melihat kesalahan dan dosa) itu terlebih baik kepada Allah daripada yang telah lalu daripada segala ibadatmu. Maka telah dibukakan Allah Taala akan penglihatanmu untuk melihat syaitan. Maka lihatlah olehmu akan dia(syaitan)".

Maka dilihat oleh lelaki tersebut berduyun-duyun beberapa tentera malaun (syaitan) dalam bumi ini dan tiadalah seseorang daripada manusia melainkan syaitan berada di sekelilingnya seperti keadaannya beberapa lalat (yang menggerumumi bangkai). Maka kata lelaki tersebut;

"Hai Tuhanku....bagaimana bisa selamat orang daripada keadaan ini?". Maka firman Allah Taala

"Warak".

Iblis berkata: " Demi kekuasaanmu (wahai Tuhanku), aku akan menyesatkan mereka semuanya [Saad : 82]

Tipu Daya Syaitan Pada Murid Sheikh Junaid Al-Bagdadi

Dipetik dari Tazkiratul Aulia (halaman 114)

Syaitan telah masuk ke dalam hati seorang daripada murid Sheikh Junaid dan membisikkan bahawa murid itu telah mencapai kesempurnaan dan tidak perlu lagi berkawan dengan Aulia Allah.

Murid itu pun memencilkan dirinya. Satu hari dia berkata kepada seorang kawannya bahawa dia telah dikunjungi oleh malaikat pada tiap-tiap hari dengan membawa unta yang berhiasan dan membawa dia melawat ke langit.

Apabila Sheikh Junaid mendengar perkara itu, beliau pun tinggal semalam bersama dengan muridnya itu. Sheikh Junaid menyuruh murid itu berkata kepada malaikat yang dikatakan datang mengunjunginya itu

"Kamu pesuruh iblis! Pergi jahanamlah kamu!!!"

Murid itu pun menyebut perkataan itu apabila malaikat itu datang. Apa yang dikatakan malaikat dan unta itu pun lari dan hilang dan didapati dirinya duduk di atas tong sampah dan rangka-rangka bangkai binatang yang bertaburan di situ.

Murid itu pun bertaubat dan meminta perlindungan dari Sheikh Junaid. Sheikh Junaid berkata;

"Memencilkan diri bagi orang yang dalam permulaan menjalankan perjalanan (Thoriqat) adalah bahaya. Berdampingan dengan guru yang mursyid adalah perlu".

Jika murid kepada Imam Besar Ilmu Tasauf Sheikh Junaid boleh diperdayakan oleh syaitan....betapa pula dengan mereka yang menggelarkan diri mereka Ahli Hakikat yang tinggi tetapi berguru dengan guru yang tidak dikenali asal-usul salsilahnya. Ada yang sampai terpadaya dengan ketinggian kata-kata guru berkenaan sehinggakan melanggar batas yang telah ditetapkan oleh syariat Rasulullah hinggakan sembahyang pakai niat sahaja, mengerjakan haji dengan tawaf mengelilingi pokok kayu. Berhati-hatilah memilih jalan ini dan lihatlah siapa guru anda agar anda tidak terpilih guru syaitan. Perhatikan kata-kata dari seorang Aulia Allah ini sebagai panduan dalam memilih Guru Thoriqat;

Shiekh(guru) itu boleh jadi di barat, tetapi beliau tahu keadaan muridnya di Timur. Kebolehan yang paling kurang bagi seseorang guru ialah dia mempunyai "KASFIL QALBI" (membaca hati murid) dan "KASFIL KUBUR" (sedar tentang keadaan orang yang mati dalam kubur). Jika dia tidak mempunyai kebolehan ini, maka haramlah dia membimbing muridnya.

Dia tidak boleh menjadi guru. Dia henndaklah tahu keadaan dunia dahulu dan sekarang. Beliau adalah khalifah di bumi ini. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 30 yang bermaksud;

'Kami jadikan dia khalifah di bumi ini".

Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (hai iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pelindung (bagi mereka). [Al-Isra' : 65]

Iblis Menggoda Nabi Ayub Alaihissalam

Para malaikat memuji akan sikap dan keperibadian Nabi Ayub as yang suka beribadah dan mengingat Allah SWT. Hidupnya penuh dengan rasa kesyukuran yang mendalam atas nikmat yang dibahagikan oleh Allah SWT kepadanya. Iblis mendengar pujian para Malaikat tersebut yang membuat hatinya menjadi panas kerana ia telah bersumpah dengan Allah untuk menggoda setiap anak cucu Adam. Oleh sebab itu ia tidak rela melihat manusia yang berada di permukaan bumi ini beriman, beribadah dan beramal soleh.

Kemudian Iblis menjumpai Ayub untuk melihat sendiri tentang apa yang diperkatakan oleh malaikat itu. Ternyatanya memang benar bahawa Nabi Ayub as memang patut menerima pujian tersebut. Nabi Ayub hidup dalam keadaan yang serba mewah dengan harta kekayaan yang banyak, hidup rukun dengan anak dan isterinya. Namun begitu Nabi Ayub tidak terlena dengan kekayaan dan anak isterinya itu, siang malam bibirnya tidak lepas dari mengingat Allah SWT bersujud dan bersyukur kepada Nya, serta memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama makhluk.

Iblis berusaha untuk menggoda Nabi Ayub as tetapi gagal, namun ia tidak berputus asa untuk menggoda Nabi Ayub. Kemudian ia pergi menghadap kepada Allah dan ia berkata: “Wahai Tuhan, sesungguh Ayub menyembah dan bertasbih kepada Mu bukan lantaran ia ikhlas dan tulus kerana cinta dan taat kepada Mu. Ia melakukan itu hanya kerana takut kehilangan semua kesenangan duniawi yang Engkau berikan kepadanya. Di samping itu ia masih mengharapkan agar kekayaannya bertambah berlipat ganda. Untuk itu ia menyembah Mu, andai kata ia ditimpa musibah sehingga hartanya menjadi musnah tentu ia akan berpaling daripadaMu.”

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis: “Sesungguhnya Ayub adalah hambaKu yang sangat taat kepadaKu, ia seorang mukmin sejati, apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepadaKu semata-mata didorong oleh keimanan yang teguh dan ketaatan kepadaKu. Engkau memang tidak rela melihat anak cucu Adam berada di jalan yang benar dan lurus. Untuk menguji hati Ayub dan keimanannya kepadaKu, Aku izinkan engkau untuk mencuba menggodanya serta memalingkannya daripada Ku.”

Iblis mengumpul para sahabatnya untuk menguji dan memalingkan keimanan Nabi Ayub. Untuk pertama kali ia berusaha menghancurkan harta benda Nabi Ayub. Dengan berbagai cara akhirnya Iblis dengan kawan-kawannya para syaitan itu berhasil memusnahkan binatang ternak, ladang-ladang serta bangunan-bangunan milik Nabi Ayub. Dengan waktu yang singkat Nabi Ayub yang kaya raya itu menjadi miskin. Yang ada hanya segumpal hati yang penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Setelah itu Iblis pun datang menemui Nabi Ayub dengan menyamar sebagai orang tua yang bijaksana, dan berkata: “Sesungguhnya musibah yang menimpa mu ini sangat mengerikan, dalam waktu yang singkat segala harta mu jadi musnah, tentu sahabat-sahabat menjadi sedih dan bertanya apa sebabnya Ayub menerima musibah seburuk ini. Sementara musuh-musuh mu ada yang berkata; musibah ini datang mungkin Ayub tidak ikhlas dalam beribadah, dan ada lagi yang berkata, kalau Tuhan Ayub benar-benar berkuasa nescaya Dia dapat menyelamatkan Ayub dari bencana ini.

Sebahagian yang lain ada yang berkata, mungkin amal ibadah Ayub tidak diterima oleh Tuhan sebab dilakukan bukan dengan hati yang bersih, serta mempunyai sifat riya’ dan ingin dipuji. Aku pun merasa berdukacita kepada mu hai Ayub dengan nasib mu ini.” Kemudian Iblis merayu dan memujuk Nabi Ayub dengan kata-katanya yang manis.
Kemudian Nabi Ayub berkata: “Ketahuilah bahawa apa yang telah aku miliki, semuanya itu barang pemberian Allah yang dimintanya kembali setelah aku cukup menikmatinya dan menggunakannya. Segala puji dan kesyukuran hanya untuk Allah yang telah memberikan kurniaNya kepada ku dan mencabutnya kembali. Dia Maha Kuasa yang dapat berbuat sesuai dengan kehendakNya. Sebagai hamba kita harus menerima takdirNya itu.” Setelah selesai berbicara Nabi Ayub pun bersujud kepada Allah SWT.

Iblis segera meninggalkan rumah Nabi Ayub dengan rasa kecewa dan hampa. Namun begitu dia masih berhasrat untuk mencelakakan Nabi Ayub as. Kembali ia menghadap kepada Allah SWT dan meminta izin untuk meneruskan usahanya. Iblis berkata: “Wahai Tuhan, Ayub tidak mahu menerima hasutan ku, bahkan sedikitpun tidak goyah imannya kepada Mu, walaupun segala harta dan kekayaannya telah musnah. Mungkin kerana dia masih memiliki harapan, bahawa anak-anaknya yang sihat dan kuat akan meneruskan kehidupannya untuk hari tua.

Menurut ku Ayub tidak akan sanggup menerima musibah, jika kecelakaan itu ditimpakan kepada anak-anak yang sangat dicintainya itu. Oleh sebab itu ya Tuhan, izinkan aku sekali lagi untuk mencuba kesabarannya, dan keteguhan imannya. Godaan yang ku lakukan ini terhadap keluarganya dan putera-putera yang sangat disayanginya itu.”
Allah mengizinkan permintaan Iblis itu. Iblis pun pergi bersama-sama kawan-kawannya untuk memusnahkan putera-putera Nabi Ayub. Rumah yang diduduki oleh putera-putera Nabi Ayub menjadi hancur begitu pula putera-puteranya meninggal semuanya.

Kemudian Iblis pun pergi ke rumah Nabi Ayub menyamar sebagai sahabat Nabi Ayub, untuk mengucapkan rasa dukacita atas musibah yang menimpa Nabi Ayub serta keluarganya itu.

Iblis berkata; “Hai Ayub sudah engkau melihat putera-putera mu yang mati ditimbus oleh bangunan rumah-rumahnya akibat dari gempa bumi itu? Sudah jelas hai Ayub bahawa Tuhan tidak menerima ibadah mu selama ini dan tidak menjaga dan melindungi mu sebagai balasan dari amal soleh mu.”

Mendengar ucapan Iblis itu, menangislah Nabi Ayub tersedu-sedan sambil berkata: “Allah lah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. Segala puji bagi-Nya Tuhan Yang Maha Pemberi dan Maha mencabut kembali.”

lblis pergi meninggalkan Nabi Ayub yang sedang dalam keadaan sujud kepada Allah SWT. Kemudian Iblis kembali mengadap Allah. “Wahai Tuhan, Ayub telah kehilangan harta benda bahkan putera-puteranya namun ia masih tetap memiliki keimanan yang kuat. Izinkan aku ya Tuhan untuk menguji sekali lagi terhadap kesihatan dirinya. Kerana jika sudah sakit dan lumpuh sudah tentu ia akan malas mengerjakan ibadah kepada Mu.”

Allah mengizinkan kehendak Iblis tersebut. Iblis memerintahkan kepada pengikut-pengikutnya supaya menaburkan benih-benih penyakit ke dalam tubuh Nabi Ayub. Sehingga Nabi Ayub menjadi orang yang tidak bermaya, semua orang menjauhinya disebabkan penyakit yang menimpanya itu dapat berjangkit kepada orang lain. Hanya isterinya yang setia menjaga dan merawat Ayub.

Iblis masih melihat walaupun Nabi Ayub dalam keadaan yang tidak berdaya itu ia masih tetap beribadah kepada Allah SWT bibirnya terus menyebut nama Allah. Iblis menjadi kesal dengan sikap Nabi Ayub tersebut, sehingga ia meminta pendapat terhadap teman-temannya bagaimana cara untuk menghancurkan keimanan Nabi Ayub itu.
Di antara mereka ada yang berkata Engkau telah berhasil mengeluarkan Nabi Adam dari syurga bagaimana engkau dapat melakukan hal itu?” Iblis baru teringat hal itu dilakukan dengan jalan menggoda isteri Adam. Mungkin idea ini dapat dilakukan terhadap isteri Nabi Ayub.

Pergilah ia menemui isteri Nabi Ayub dengan menyamar sebagai seorang sahabat Nabi Ayub. Iblis membisikkan rayuannya kepada telinga isteri Nabi Ayub. Akhirnya isteri Nabi Ayub pergi menemui Nabi Ayub yang sedang menanggung penderitaan itu dan sedang bertasbih kepada Allah SWT. Kemudian ia berkata; “Wahai suami ku sampai bilakah engkau diseksa oleh Tuhan mu, yang mana segala harta dan putera-putera kita telah musnah, begitu juga sahabat-sahabat mu telah menjauhkan diri. Mohonlah wahai suami ku Ayub kepada Tuhan mu, supaya kita dibebaskan dari penderitaan yang terus menerus ini.”

Kemudian Nabi Ayub berkata; “Wahai isteri ku engkau menyesali akan peristiwa yang terjadi, aku ingin bertanya kepada mu berapa tahunkah kita menikmati kesenangan dan kemewahan yang diberikan oleh Allah?” Isterinya menjawab 80 tahun. Kemudian Nabi Ayub bertanya lagi; “Berapa lamakah kita dicuba oleh Allah seperti ini?” Isterinya menjawab tujuh tahun.”

“Aku malu untuk memohon kepadaNya untuk bebas dari cubaan ini, jika dibanding nikmat yang kita rasakan dengan cubaan yang diberikan oleh Allah tidak sebanding. Kiranya engkau telah mendengar hasutan Iblis yang durjana sehingga imanmu menjadi menipis. Tunggulah ganjaran mu nanti, setelah aku sihat aku akan mencambuk mu sebanyak seratus kali. Tinggalkan aku seorang diri di sini menunggu takdir Ilahi!”

Setelah Nabi Ayub hidup sendiri ia bermohon kepada Allah SWT. “Wahai Tuhan ku, Iblis telah mengganggu ku, dengan berbagai godaan yang dilakukannya hanya Engkaulah wahai Tuhan ku yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”

Kemudian Allah SWT menerima doa Nabi Ayub as kemudian Allah berfirman, “Hentakkanlah kaki mu ke tanah. Dari situ akan keluar air, dan dengan air itu engkau akan menjadi senang dan sihat dari penderitaan penyakit mu jika engkau gunakan untuk minum dan mandi.” Dengan kekuasaan Allah, Nabi Ayub sihat dari penyakitnya, bahkan kelihatan lebih sihat dari ketika ia masih muda.

Nabi Ayub telah bersumpah akan memukul isterinya seratus kali apabila ia telah sembuh, ia merasa wajib untuk melaksanakannya walau timbul rasa kasihan untuk melakukannya. Sebab isteri beliau sangat setia dan baik hati. Di dalam keraguan Nabi Ayub tersebut maka turunlah wahyu Allah SWT. “Hai Ayub ambillah dengan tangan mu seikat rumput dan pukullah isteri mu dengan rumput itu sebanyak seratus kali sehingga dengan demikian tertebuslah sumpah mu itu.”

Akhirnya Nabi Ayub as hidup rukun dan damai seperti semula, bahkan Allah SWT mengganti putera-puteranya sebanyak itu juga. Begitulah bukti dari kesabaran seorang hamba Allah SWT yang tidak tergoda dengan pujuk rayu Iblis. (kisah ini dapat dibaca dalam Al-Quran surah Sad ayat 41-44 dan surah Al Anbiya ayat 83-84).

Begitulah tipu daya Iblis yang pandai menggoda, membisik sesuatu yang indah ke dalam setiap hati dan telinga umat manusia. Ia akan merasa cemburu dengan orang-orang yang beriman dan beramal soleh serta bersujud hanya kepada Allah SWT. Sebaliknya ia akan tertawa dan berbangga hati jika orang-orang yang telah beriman dapat dirayunya dan mengikuti jalan yang sesat.

Dan sesungguhnya Iblis telah dapati sangkaannya tepat terhadap mereka, iaitu mereka menurutnya, kecuali sebahagian dari orang-orang yang beriman (yang tidak terpedaya kepada hasutannya). (Saba : 20)

Nasihat Iblis kepada Nabi Nuh

Di antara manusia yang mendapatkan umur yang sangat panjang di dunia ini adalah Nabi Nuh as. Al-Quran menga takan bahawa dia pernah hidup di sekitar kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun. Sepanjang masa itu Nabi Nuh telah menyeru mereka pada jalan Allah, namun hanya sedikit dari mereka yang kemudian mengikuti jalannya. Melihat kaumnya yang sengaja mengingkari agama Allah, bahkan sering mengganggunya, Nabi Nuh memohon kepada Allah agar ditimpakan bencana kepada mereka. Allah mengabulkan permohonannya.

Nabi Nuh diperintahkan untuk membuat kapal besar yang boleh memuat semua jenis makhluk hidup. Allah akan menurunkan hujan yang sangat lebat dan mengalirkan banjir yang sangat besar sehingga tidak satu pun dari mereka yang kafir akan tertinggal.

Tiba waktunya apa yang ditentukan oleh Allah. Bersama semua pengikutnya dan segenap pasangan makhluk melata lain Nabi Nuh naik ke atas kapal. Hujan mulai turun membasahi bumi. Nabi Nuh memperhatikan satu persatu dari mereka yang hadir di kapal. Tiba-tiba matanya memandang seorang lelaki tua yang tidak dikenalnya.

“Siapa anda?” tanya Nabi Nuh ingin tahu.

“Aku Iblis,” jawabnya.

Dasar Iblis, dia tahu saja bagaimana cara masuk ke dalam kapal Nabi kekasih Allah itu. Dia boleh hadir di mana saja dia mahu. Bukan kerana dia makhluk ajaib, tetapi dia memang sangat gigih memperjuangkan usahanya.

“Mengapa engkau mahu ikut kami?” tanya Nabi Nuh lagi.

“Aku bukan mahu ikut kapalmu dan ingin selamat bersamamu. Aku hanya ingin mengganggu hati para pengikutmu. Biarlah tubuh mereka bersamamu asal hati mereka bersamaku,” jawab Iblis terus terang.

Iblis memang tidak pernah menyembunyikan niat jahatnya untuk mencelakakan manusia. Fikirnya, semua manusia sudah tahu siapa dia. Sejak zaman Adam sampai hari kiamat. Mengapa harus berbohong lagi, kerana tidak semua yang manusia ketahui pasti akan diikuti.

“Keluarlah dari kapalku, wahai musuh Allah!” kata Nabi Nuh kepada Iblis.

Iblis tidak menjawab apakah mahu keluar atau akan tetap di sana. Sebelum Nabi Nuh, Allah juga pernah mengusirnya keluar dari syurga. Tetapi, dia masih saja membangkang perintah Allah dan terus berusaha menggoda Adam sampai berhasil.

Dia hanya berkata, “Wahai Nuh, aku menyimpan lima strategi yang dengannya aku akan boleh mencelakan umat manusia. Aku akan sebutkan padamu yang tiga, tapi akan menyembunyikan darimu dua lainnya.” Kemudian Allah mewahyukan pada Nuh agar tidak usah mendengarkan yang tiga, tapi dengar saja dua yang lainnya.

“Aku tidak berminat mendengar tiga strategi yang akan engkau sebutkan itu, tapi sebutkan dua strategi yang engkau sembunyikan dariku,” jawab Nuh.

Iblis berkata, “Wahai Nuh aku akan berusaha membinasakan manusia dengan dua cara: pertama, dengan cara menanamkan sifat dengki dalam hati mereka; dan kedua dengan cara menanamkan sifat serakah dalam jiwa mereka. Kerana dengki maka aku dilaknat oleh Allah dan dijadikannya sebagai syaitan yang terkutuk. Dan kerana serakah maka Adam menghalalkan segala makanan di syurga sehingga dia dikeluarkan. Dengan dua sifat ini, kami semua dikeluarkan dari syurga.

Setelah kapal Nabi Nuh mendarat dengan segenap penumpangnya, tiba-tiba si Iblis datang lagi menghampirinya. Dengan suara yang amat merdu dia berkata pada Nuh, “Aku sangat berterima kasih padamu, lebih dari semua makhluk yang ada di bumi ini.”

“Terima kasih dari apa?” tanya Nabi Nuh ingin tahu.

“Permohonanmu agar orang-orang kafir itu dicelakakan telah dikabulkan oleh Allah. Dengan cara itu bererti engkau telah meringankan bebanku,” kata Iblis.

“Wahai Nuh, jangan sekali-kali engkau mendengki kerana ia telah mengantarku pada keadaan seperti ini. Dan jangan sekali-kali engkau serakah kerana ia telah menghantar Adam seperti yang dialaminya.”

Dan sememangnya tiadalah bagi Iblis sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, melainkan untuk menjadi ujian bagi melahirkan pengetahuan Kami tentang siapakah yang benar-benar beriman kepada hari akhirat dan siapa pula yang ragu-ragu terhadapnya. Dan Tuhanmu sentiasa mengawal serta mengawas tiap-tiap sesuatu.[Saba 21]

Jalan Syaitan Melolosi Dapat Anak Adam

1. Dari sifat rakus dan Su'udhdhan [jahat sangka, maka aku lawan dengan kepercayaan pada janji Allah dan Qanaah, dan untuk memperkuatkan perlawanan itu saya berpedoman pada kitab Allah dalam ayat yang bermaksud; "Tiada suatu pun melata di bumi ini melainkan dijamin oleh Allah rezekinya". Maka dengan itu aku patahkan ia.
2. Dari panjang angan-angan, lamunan, maka aku hadapi dengan ingat pada datangnya maut dengan tiba-tiba bersendikan ayat Allah yang bermaksud; " Tiada satu jiwa pun yang mengetahui dimana ia akan mati". Maka dengan itu dapat mematahkan tipuannya.
3. Dari keinginan istirahat dan nikmat, maka aku hadapi dengan mengingati hilangnya nikmat dan beratnya hisab, bersandarkan ayat Allah yang bermaksud; "Biarkan mereka makan dan bersuka-suka dan dilalaikan oleh angan-angan". dan ayat yang bermaksud; "Tidakkah kamu lihat jika kami senangkan mereka beberapa tahun, kemudian tiba apa yang telah dijanjikan pada mereka, maka tidak berguna kemewahan dan kesenangan mereka". Maka dengan itu aku tewaskan ia.
4. Dari Ujub bangga diri. Maka aku hadapi dengan mengingati kurnia dan takut pada akibat berdasarkan ayat yang bermaksud; "Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang untung"., sedangkan aku tidak mengetahui yang aku termasuk ke dalam golongan yang mana. Maka dengan itu aku patahkan tipuan syaitan itu.
5. Dari meremehkan kawan dan tidak menghargai mereka. Maka aku lawan dengan dengan menghormati mereka bersendikan firman Allah yang bermaksud; "Kemulian itu Haq Allah dan Rasulullah dan orang-orang mukmin". Maka aku patahkan dengan itu.
6. Dari sifat hasud {dengki dan iri hati). Maka aku hadapi dengan keadilan Allah dalam membahagi nikmat buat makhlukNya berpandukan firman Allah yang bermaksud; "Kami yang membahagikan penghidupan mereka di dunia". Maka dengan itu aku dapat mematahkannya.
7. Dari sifat Riya dan ingin pujian orang. Maka aku patahkan dengan dengan ikhlas berdasarkan firman Allah yang bermaksud; "Maka siapa yang berharap akan bertemu pada Tuhan hendaklah beramal dengan amal yang sholeh dan tidak menyekutukan Tuhan dengan sesuatu apapun". Maka dengan itu aku patahkan tipuan syaitan itu.
8. Dari sifat kikir (bakhil). Maka aku hadapi dengan dengan mengingat rosaknya apa yang ada di tangan orang-orang berdasarkan ayat Allah yang bermaksud; "Apa yang ada padamu akan rosak binasa dan yang di sisi Allah tetap kekal". Maka dengan itu aku mengalahkannya.
9. Dari sifat sombong. Maka aku hadapi dengan sifat Tawadhu' berdasarkan ayat yang bermaksud; "Sungguh kami jadikan kamu dari lelaki dan perempuan dan kami jadikan kau bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya mudah kenal-mengenal, bahawa orang yang termulia di antara kamu ialah orang-orang yang bertaqwa". Maka dengan itu aku dapat kalahkannya.
10. Dari sifat Tamak. Maka aku hadapinya dengan putusd harapan dari apa yang ada di tangan manusia, dan hanya berharap kepada Allah bersendikan ayat yang bermaksud; "Sesiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah memberinya jalan kelauar dari segala kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka".
Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu menjadi Pelindung. [Al-Isra' : 65]

Dan sesungguhnya Iblis telah dapati sangkaannya tepat terhadap mereka, iaitu mereka menurutnya, kecuali sebahagian dari orang-orang yang beriman [yang tidak terpedaya kepada hasutannya](Saba : 20)

Iblis Dengan Nabi Muhammad SAW.

Wahab bin Munabbih berkata: Allah telah menyuruh iblis datang kepada Nabi Muhammad SAW. untuk menjawab segala pertanyaan-pertanyaannya. Maka datanglah iblis berupa orang yang tua yang bertongkat dan ketika ditanya oleh Nabi SAW.

"Siapakah kamu?"

Jawabnya; "Iblis."

Nabi SAW. bertanya lagi; "Kenapakah kamu datang?".

Jawab iblis; "Allah menyuruhku datang kepadamu untuk menjawab segala pertanyaanmu."

Lalu Nabi Muhammad SAW bertanya; "Ya Mal'uun! berapa musuh-musuhmu dari ummatku?".

Jawab iblis; "Lima belas orang".

1. Engkau (Nabi Muhammad SAW).
2. Imam yang adil.
3. Orang kaya yang merendah diri.
4. Pedagang yang jujur [benar].
5. Orang Alim yang khusyuk.
6. Orang mukmin yang suka menasihati.
7. Orang mukmin yang murah hati (belas kasih).
8. Orang yang bertaubat dan tetap pada taubatnya.
9. Orang yang menjauh dari segala yang haram.
10. Orang yang tetap berwudhu {apabila batal sentiasa diperbaharui dengan wudhu yang lain).
11. Orang mukmin yang banyak bersedekah.
12. Orang mukmin yang baik budi akhlaqnya.
13. Orang mukmin yang banyak jasa gunanya pada manusia.
14. Orang yang membawa Al-Qur'an dan selalu membacanya.
15. Orang yang suka sembahyang tahajjud malam di waktu orang-orang sedang tidur.
Lalu ditanya oleh Nabi SAW.; "Siapakah kawan-kawanmu dari umatku?".

Jawab iblis; "Sepuluh orang".

1. Raja(pemerintah) yang zalim..
2. Orang kaya yang sombong.
3. Peniaga yang khianat(penipu).
4. Pemabuk (Peminum arak).
5. Tukang adu domba (fitnah).
6. Pelacur.
7. Pemakan harta anak yatim.
8. Orang yang meremehkan sembahyang.
9. Penolak zakat (tidak mengeluarkan zakat).
10. Orang yang panjang angan-angan.
Mereka itulah sahabat-sahabatku.

Iblis berkata: "Oleh kerana Engkau (wahai Tuhan) menyebabkan daku tersesat (maka) demi sesungguhnya aku akan mengambil tempat menghalangi mereka (dari menjalani) jalanMu yang lurus. [Al-Araaf : 16]

Tempat Tinggal Iblis

Anas bin Malik r.a. berkata:

"Iblis telah bertanya pada Allah: katanya, wahai Tuhanku! Engkau telah memberikan anak Adam tempat kediaman untuk mereka berteduh dan berzikir kepadaMu, oleh itu tunjukkanlah padaku tempat kediaman untukku."

Firman Allah:

"Tempat kediamanmu adalah di dalam tandas."

Iblis bertanya lagi:

"Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan anak Adam berkumpul di masjid, di manakah pula tempatku berkumpul?"

Firman Allah:

"Tempatmu berkumpul ialah di pasar-pasar, pesta, pusat membeli belah, kelab malam, tempat hiburan serta majlis-majlis maksiat."

Iblis bertanya:

"Wahai Tuhanku, Engkau berikan anak Adam itu kitab (al-Quran) untuk mereka membacanya, tunjukkanlah apa pula bahan bacaanku?"

Firman Allah:

"Bacaan untukmu ialah syair dan sajak yang melalaikan."

Iblis bertanya:

"Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan kepada mereka cerita-cerita benar, apakah pula cerita bagiku?"

Firman Allah:

"Cerita bagimu ialah kata-kata kesat dan dusta."

Iblis bertanya:

"Wahai Tuhanku, Engkau telah berikan azan kepada anak Adam untuk mereka memanggil orang sembahyang, apa pula azan untukku?"

Firman Allah:

"Azan untukmu ialah seruling."

Iblis bertanya:

"Wahai Tuhanku, Engkau telah menghantar utusan-Mu dari para rasul dan juga nabi, siapakah yang menjadi utusanku?"

Firman Allah:

"Para utusan mu terdiri daripada bomoh, tabib dan dukun yang menduakan Aku."

Iblis Bertanya:

"Wahai Tuhanku, Engkau berikan kitab suci al-Quran yang bertulis kepada mereka, apakah pula tulisan bagiku?"

Firman Allah:

"Tulisanmu ialah tatu, gincu serta lukisan di badan."

Iblis bertanya:

"Ya Tuhanku, Engkau berikan anak Adam perangkap, apakah pula perangkap bagiku?"

Firman Allah:

"Perangkap bagimu ialah wanita."

Iblis bertanya:

"Ya Tuhanku, Engkau berikan mereka minuman yang halal yang disebutkan nama-Mu, apakah pula minuman untukku?"

Firman Allah:

"Minumanmu ialah sesuatu yang memabukkan serta tidak disebutkan nama-Ku padanya."

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Sabda Rasulullah saw:

"Wahai manusia, laksanakanlah amalan-amalan menurut kemampuan kamu. Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sebelum kamu merasa bosan. Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah ialah amalan yang ringan namun berterusan." (Hadis Riwayat Muslim)

Iblis berkata:"Wahai Tuhanku! Jika demikian, berilah tempoh kepadaku hingga ke hari mereka dibangitkan(kiamat)". [Al-Hijr : 36]

Kedasyatan Saat-saat Kematian Iblis

Abu Laits Assamarqandi meriwatkan dengan sanadnya dari Ahnaf bin Qays berkata;

Saya pergi ke Madinah ingin bertemu dengan Sayyidina Omar bin Al-Akhattab. Tiba-tiba saya bertemu dengan majlis orang-orang sedang mengerumuni Ka'bul Ahbaar yang sedang bercerita:

Ketika Adam Alahissalam akan mati, ia berkata;

"Ya Rabbi, musuhmu pasti akan mengejek padaku jika ia melihat aku telah mati, padahal ia diberi tempoh hingga Qiamat."

Allah menjawab;

"Hai Adam, kamu langsung menuju ke syurga, sedangkan si Mal'uun ditunda hingga hari Qiamat supaya merasakan sakit maut sebanyak makhluk yang pertama hingga yang terakhir."

Maka Adam bertanya kepada Malikulmaut:

"Sebutkan kepadaku bagaimana rasa pedihnya maut".

Maka sesudah diterangkan, maka berkata Adam;

"Tuhanku...cukup, cukup".

Maka bergemuruhlah suara para hadirin berkata;

"Hai Abu Ishaq, ceritakan kepada kami, bagaimana ia merasa maut".

Pada mulanya Ka'bul ahbaar menolak, tetapi kerana didesak, maka ia berkata:

Jika dunia sudah akhir dan hampir ditiup sangkakala, sedang orang-orang sibuk di pasr bertengkar dan berdagang, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras, sehingga separuh penduduk bumi pengsan kerananya. Maka tidak sadar kecuali sesudah tiga hari, sedangkan sisanya yang tidak pengsan, bingung bagaikan kambing ketakutan melihat binatang buas. Ketika orang-orang dalam keadaan sedemikian, tiba-tiba terdengar suara gemuruh bagaikan halilintar yang sangat keras. Maka tiada seorang pun melainkan mati kerananya. Maka binasalah dunia dan tidak ada yang tinggal di bumi ini seseorang manusia atau jin atau syaitan atau binatang.

Maka inilah saat yang ditentukan oleh Allah itu kepada iblis, kemudian Allah Taala berfirman kepada Malakulmaut:

"Aku telah menjadikan untukmu pembantu sebanyak orang yang pertama hingga yang terakhir, dan aku telah memberimu kekuatan penduduk langit dan penduduk bumi, dan kini aku pakaikan kepadamu pakaian murka dan marahKu kepada si mal'uun yang terkutuk iblis. Maka rasakan kepadanya kepedihan maut yang telah dirasakan oleh orang-orang yang dahulu hingga terakhir dari Jin dan Manusia, berlipat-lipat ganda.

Dan hendaklah kamu membawa 70,000 malaikat yang kesemuanya penuh rasa murka dan kecemasan. dan tiap malaikat Zabaniah membawa rantai dari Neraka Ladha dan cabutlah dengan 70,000 cungkil (bantolan) dari Neraka Ladha dan beritakan kepadsa Malaikat Malik supaya membuka pinu-pintu neraka".

Maka turunlah Malakulmaut dalam keadaan yang sangat mengerikan, sehinggakan andaikan penduduk langit dan bumi dapat melihat bentuk itu, nescaya akan cair semuanya kerana sangat ngerinya.

Maka apabila sampai kepada iblis dan dibentaknya sekali saja langsung ia(iblis) pengsan dan mendengkur dan andaikan dengkur itu didengar oleh penduduk timur hingga ke barat , nescaya pengsanlah mereka.

Lalu Malakulmaut membentak iblis:

"Berhentilah wahai penjahat. Kini aku merasakan kepadamu kepedihan maut sebagaimana dirasakan oleh banyaknya hitungan orang yang telah kamu sesatkan dalam beberapa abad yang kamu hidup. Dan hari inilah hari yang telah ditentukan oleh Tuhan bagimu. Maka kemanakah kamu akan lari?".

Maka larilah iblis itu ke hujung timur tiba-tiba Malakulmaut telah ada di depannya, lalu ia menyelam ke dalam laut. Maka berlari ia keliling bumi, tetapi tidak ada tempat untuk berlindung baginya.

Kemudian ia berdiri di tengah kubur Nabi Adam Alaihissalam sambil berkata;

"Keranamu aku telah menjadi Mal'uun. Duhai sekiranya aku tidak dijadikan".

Lalu ia tanya kepada Malakulmaut;

"Minuman apakah yang akan akan kau berikan kepadaku dan dengan siksa apakah yang akan kau timpakan kepadaku?"

Jawab Malikulmaut;

"Dengan minuman dari neraka ladha dan serupa dengan siksa ahli neraka dan berlipat-lipat ganda".

Maka berguling-gulinglah iblis di tanah sambil menjerit(berteriak) sekeras-kerasnya, kemudian lari-lari dari barat ke timur dan berbalik. Maka sampai ke tempat yang ia pertama diturunkan, sudah dihalang oleh Malaikat Zabaniyah dengan bantolannya, sedang bumi ini bagaikan bara api, sedangkan ia(iblis) dikerumuni oleh Malaikat Zabaniyah yang menikamnya dengan bantolan dari neraka itu sehinggakan merasakan nazak (sakaratulmaut) akan mati itu.

Kemudian dipanggil Adam dan Hawa untuk melihat keadaan iblis. Maka bangkitlah keduanya untuk meilhat itu. Dan sesudah melihat itu, keduanya berdoa;

"Ya Tuhan kami, sungguh Engkau telah menyempurnakan nikmatMu pada kami".

Allah berfirman: " Hai lblis! Apa yang menghalangmu daripada turut sujud kepada (Adam) yang Aku telah ciptakan dengan kekuasaanKu? Adakah engkau berlaku sombong takbur, ataupun engkau dari golongan yang tertinggi?" [Shad :75]

Nas Al-Quran Tentang Permusuhan Syaitan

Dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada malaikat: "Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam". Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takbur, dan menjadilah ia dari golongan yang kafir. [Baqarah : 34]

Allah berfirman: "Apakah penghalangnya yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah." [Al-Araaf : 12]

Iblis berkata: Berilah tempoh kepadaku hingga hari mereka dibangkitkan (hari kiamat)".[Al-Araaf : 14]

Iblis berkata: "Oleh kerana Engkau (wahai Tuhan) menyebabkan daku tersesat (maka) demi sesungguhnya aku akan mengambil tempat menghalangi mereka (dari menjalani) jalanMu yang lurus; [Al-Araaf : 16]

Iblis berkata:" Wahai Tuhanku! Jika demikian, berilah tempoh kepadaku hingga ke hari mereka dibangitkan (hari kiamat)". [Al-Hijr : 36]

Iblis berkata: " Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya [Al-Hijr: 39]

Allah berfirman (kepada iblis): "Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya neraka Jahannamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup. [Al-Isra': 63]

Sesungguhnya hamba-hambaKu (yang beriman dengan ikhlas), tiadalah engkau (hai iblis) mempunyai sebarang kuasa terhadap mereka (untuk menyesatkannya); cukuplah Tuhanmu (wahai Muhammad) menjadi Pelindung (bagi mereka). [Al-Isra' : 65]

Dan sesungguhnya Iblis telah dapati sangkaannya tepat terhadap mereka, iaitu mereka menurutnya, kecuali sebahagian dari orang-orang yang beriman (yang tidak terpedaya kepada hasutannya). (Saba : 20)

Dan sememangnya tiadalah bagi Iblis sebarang kuasa untuk menyesatkan mereka, melainkan untuk menjadi ujian bagi melahirkan pengetahuan Kami tentang siapakah yang benar-benar beriman kepada hari akhirat dan siapa pula yang ragu-ragu terhadapnya. Dan (ingatlah) Tuhanmu sentiasa mengawal serta mengawasi tiap-tiap sesuatu. [Saba : 21]

Iblis berkata: " Demi kekuasaanmu (wahai Tuhanku), aku akan menyesatkan mereka semuanya [Saad : 82]

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Ugama Islam(dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya; dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata. [Al-Baqarah : 208]

Sesungguhnya Syaitan adalah musuh bagi kamu, maka jadikanlah dia musuh (yang mesti dijauhi tipu dayanya); sebenarnya dia hanyalah mengajak golongannya supaya menjadi dari penduduk neraka[Al-Faatir: 6]

"Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya ia musuh yang nyata terhadap kamu! [Yasin : 60]

Allah berfirman: " Hai lblis! Apa yang menghalangmu daripada turut sujud kepada (Adam) yang Aku telah ciptakan dengan kekuasaanKu? Adakah engkau berlaku sombong takbur, ataupun engkau dari golongan yang tertinggi? " [Shad :75]

"Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan) ku, maka hendaklah kamu sujud kepadanya. [[Al-Hijr : 29]

(Setelah selesai kejadian Adam) maka sujudlah sekalian malaikat, semuanya sekali, [Al-Hijr : 30]

Melainkan Iblis; ia enggan turut bersama mereka yang sujud. [Al-Hijr : 31]

Allah berfirman: Hai Iblis, apa sebabnya engkau tidak turut bersama mereka yang sujud itu?".[Al-Hijr : 32]

Allah berfirman: "Kalau demikian, keluarlah engkau daripadanya, kerana sesungguhnya engkau dari sekarang ke masa depan adalah (satu makhluk yang) diusir.[Al-Hijr : 34]

"Dan sesungguhnya engkau ditimpa laknat terus-menerus hingga ke hari kiamat" .[Al-Hijr : 35]

Iblis berkata:" Wahai Tuhanku! Jika demikian, berilah tempoh kepadaku hingga ke hari mereka dibangitkan (hari kiamat)".[Al-Hijr : 36]

Allah berfirman: "Dengan permohonanmu itu, maka sesungguhnya engkau dari golongan yang diberi tempoh .[Al-Hijr : 37

"Hingga ke hari - masa yang termaklum".[Al-Hijr : 37]

Allah berfirman: "Apakah penghalangnya yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah." [Al-A'raf :12]

Allah berfirman: " Hai lblis! Apa yang menghalangmu daripada turut sujud kepada (Adam) yang Aku telah ciptakan dengan kekuasaanKu? Adakah engkau berlaku sombong takbur, ataupun engkau dari golongan yang tertinggi? " [Shad :75]

"Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya roh dari (ciptaan) ku, maka hendaklah kamu sujud kepadanya. [[Al-Hijr : 29]

(Setelah selesai kejadian Adam) maka sujudlah sekalian malaikat, semuanya sekali, [Al-Hijr : 30]

Melainkan Iblis; ia enggan turut bersama mereka yang sujud. [Al-Hijr : 31]

Allah berfirman: Hai Iblis, apa sebabnya engkau tidak turut bersama mereka yang sujud itu?".[Al-Hijr : 32]

Allah berfirman: "Kalau demikian, keluarlah engkau daripadanya, kerana sesungguhnya engkau dari sekarang ke masa depan adalah (satu makhluk yang) diusir.[Al-Hijr : 34]

"Dan sesungguhnya engkau ditimpa laknat terus-menerus hingga ke hari kiamat" .[Al-Hijr : 35]

Iblis berkata:" Wahai Tuhanku! Jika demikian, berilah tempoh kepadaku hingga ke hari mereka dibangitkan (hari kiamat)".[Al-Hijr : 36]

Allah berfirman: "Dengan permohonanmu itu, maka sesungguhnya engkau dari golongan yang diberi tempoh .[Al-Hijr : 37

"Hingga ke hari - masa yang termaklum".[Al-Hijr : 37]

Allah berfirman: "Apakah penghalangnya yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang dia Engkau jadikan dari tanah." [Al-A'raf :12]

"Jika ia ujub bangga diri, dan telah merasa banyak amalnya, dan lupa dosanya, maka di situ aku (iblis) berkuasa"

5 kelebihan Ramadhan

Abul-Latis meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu hurairah r.a berkata:


umatku diberi oleh Allah setiap[ bulan Ramadhan 5 macam, yang tidak diberikan kepada umat-umat terdahulu;
1. Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau kasturi.
2. malaikat meminta ampun untuk orang yang berpuasa sehingga berbuka
3. Penjahat penjahat syaitan dibelenggu sehingga mereka tidak berleluasa seperti biasa
4. Allah menghias syurga setiap hari, dan berfirman ;hampir para hambaku yang soleh bebas dari kaberatan dan gangguan serta kembali kepada Ku.
5. Allah mengampunkan mereka pada akhir malam Ramadhan.

TANDA-TANDA KEMATIAN UNTUK ORANG ISLAM


Apabila tajuk ini dihuraikan maka ramai dikalangan kita sukar untuk membaca disebabkan ketakutkan penghuraian ini akhirnya MATI.

Firman Allah SWT; Bermaksud; "Bagaimana kamu kufur (ingkar) dengan Allah dan adalah kamu itu mati maka kamu dihidupkan, kemudian kamu dimatikan kemudian kamu dihidupkan kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan"
(Surah Al-Baqarah : Ayat 28)

Adapun tanda-tanda kematian mengikut ulamak adalah benar dan ujud .Cuma amalan dan ketakwaan kita sahaja yang akan dapat membezakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini.

Rasulullah SAW diriwayatkan masih mampu memperlihat dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara lansung akan kesukaran menghadapi sakaratulmaut dari awal hinggalah akhirnya hayat Baginda. Imam Ghazali rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehinggakan beliau mampu menyediakan dirinya untuk menghadapi sakaratulmaut secara sendirian. Beliau menyediakan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bahagian tubuh dan kepala sahaja beliau telah memanggil abangnya iaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bahagian mukanya.

Adapun riwayat -riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Allah SWT tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita umat Islam supaya dapat bertaubat dan bersedia dalam perjalanan menghadap Allah SWT. Walaubagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam sahaja manakala orang-orang kafir iaitu orang yang menyekutukan Allah nyawa mereka ini akan terus di rentap tanpa sebarang peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Allah SWT.

Adapun tanda-tanda ini terbahagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari mati.

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disedari oleh mereka-mereka yang dikehendakinya.

Walaubagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma samada mereka sedar atau tidak sahaja.

Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil.

Contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya lazat dan bagi mereka sedar dan berdetik di hati bahawa mungkin ini adalah tanda mati maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sedar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesedaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu sahaja tanpa sebarang munafaat.

Bagi yang sedar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memunafaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati

Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT.

Maka malaikatmaut akan mengambil daun tersebut dan mula membuat persediaannya ke atas kita antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa.

Akan terjadi malaikatmaut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika.

Adapun malaikatmaut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba-tiba ianya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri.

Jika tanda ini dapat dikesan maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi.

Telinganya akan layu dimana bahagian hujungnya akan beransur-ansur masukke dalam.

Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda Akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bahagian pusat dan ianya akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum.

Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

PENUTUP

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Allah yang akan diberi kesedaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan samada dari Allah SWT mahupun dari manusia sendiri dari segala dosa dan urusan hutang piutang kita.

Walaubagaimanapun sesuai dengan sifat Allah SWT yang Maha Berkuasa lagi Maha Pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh Mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa iaitu samada doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain.

Namun ianya adalah ketentuan Allah SWT semata-mata. Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semoga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah SWT serta kelapangan masa dan kesihatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keredhaan Allah SWT samada di dunia mahupun akhirat. Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Allah SWT dan apa yang salah dan silap itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak 5 Kali

1. Aku rumah yang terpencil, maka akan senang dgn selalu membaca Al-Quran.

2. Aku rumah yg gelap, maka terangilah aku dgn selalu sembahyang malam.

3. Aku rumah penuh tanah dan debu, bawalah amal soleh yg menjadi hamparan.

4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Bismillah sebagai penawar.

5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nankir, maka banyaklah bacaan "Laa illallah, Muhammadur Rasulullah" supaya kamu dapat jawapan kepadanya.

PUASA ORANG MELAYU




Penantian orang mukmin akan datang kembali.
Teman berbicara kali ini mengenai puasa yang dirindui dan karenah orang yang berpuasa. Orang mukmin menantikan bulan Ramadhan seperti seorang kekasih yang merindui kekasihnya. Ianya berbeza dengan rindunya pula orang Melayu kepada puasa dan seisinya.
Kebiasaannya di Malaysia pengumunan tarikh puasa bagi 1 Malaysia diumumkan oleh Penyimpan  Besar Mohor  Raja – Raja. Kata kawan teman …. kalau mike nak tahu  puasa ke tidak esoknya….mike tengok songkok orang yang akan mengumumkannya…..kalau gamaknya ` sengit ` puasalah esoknya, tapi kalau songkok dan baju melayu nya kemas….jawabnya puasalah lusanya.
 Kata kawan teman lagi begitu juga  kalau nak tahu raya ke tidak …..tengok pula  songkok, baju melayunya kemas dan suaranya pun ceria…..jawabnya `` MAKA DI ISTYHARKAN BAHAWA SELURUH MALAYSIA AKAN MENYAMBUT AIDIL FITRI PADA ESOK  BERSAMAAN ……………..tapi kalau tak ceria wajahnya……jawabnya puasa lagi le….
Terkadang – kadang [ dengan izin ] kita hanya melihat suasana Ramadhan itu tak ubah seperti menantinya satu tarikh bermulanya pesta. Sebelum ini kita lihat budaya orang Melayu menyambut mana – mana hari kebesaran Islam seperti Maulidul  Rasul, Maal Hijrah disana – sini semua pihak  menganjurkan majlis tetapi kefahaman mereka tidak menyakini Islam secara Syumul tetapi hanya sekadar tradisi dan kefahaman Islamnya di pinggiran.
Penantian puasa bukanlah seperti seorang boyfriend  menantikan girlfriendnya,  seorang duda yang sekian lama menanti  dapat` bantal peluk baru ` penganti kehilangan isterinya ataupun seorang janda menemui  teman hidup setelah kekosongan   laksana   seperti dedaunan yang kering kepada suasana tumbuh – tumbuhan yang segar  dan membasah.
Ianya seolah – olah meriah Ramadhan seperti Piala Dunia, Festival Hiburan dan sebagainya. Ada juga dikalangan orang Melayu khususnya wanita menganggap bahawa bulan ini `advantage `  untuk membetulkan mana – mana lemak – lemak pada badan bagi melangsingkan tubuhnya masing – masing.
Kata orang tua – tua dan politik kedai kopi,,,, tidak pasti kebenarannya…. bahawa orang Melayu memang rajin berpuasa tetapi bab sembahyangnya pula diringan – ringankan. Ianya berbeza dengan ` mamak ` pula dikatakan rajin bersembahyang tetapi kurang kuatnya berpuasa. Teman harap pandangan ini salah.
Begitu juga sembang – sembang kedai kopi bila ditanya masalah beli kereta. Katanya orang Melayu kalau beli pertama yang ditanyanya ` minyak save ` ke tidak. Orang Cina katanya pula….ini kereta berapa laju bole pergi dan ianya berlainan dengan ` orang putih ` bertanya pula ` ketahanan ` tahan lama kereta itu. Manakala orang India soalan pertamanya…ini kereta berapa ramae bole isi…,maaf bukan niat teman nak mengusik, tetapi sembang – sembang orang tua dulu – dulu. Kalau nak ikutkan  biadapnya lagi  Dato` Hamidah, Exco Perak tu kerana menyebutnya  dalam Sidang DUN pulak tu….`` katanya kalau jumpa ular pukul dulu dot dot dot `.
Teman juga teringat kawan – kawan  teman beritahu dimasa bulan Ramadhan ini juga mereka  nampak 2 ADUN Katak di Perak tu bersama dengan perempuan sedang berpoya – poya semasa mereka berstatus exco dulu. Elokpun mereka melompat ke pangkuan parti yang banyak melahirkan pimpinan dan ahli yang tak berpuasa.
Orang Melayu dimasa bulan Ramadhan kalau didapati anaknya tidak berpuasa buat main marahnya lagi….tetapi sepanjang masa jika anak – anak tidak sembahyang, tidak menutup aurat mereka buat – buat tak nampak. Itu menunjukkan seolah – olah puasa itu bukan satu syariat tetapi adat.
Jika terdapat anak – anak kurang mampu berpuasa…..ibubapa kadang – kadang  menyogokkan mereka dengan bayaran wang mengikut jumlah puasa yang mampu mereka lakukan. Amalan ini sebenarnya kurang baik kerana awal – awal lagi kita telah mendidik anak – anak dengan perkara yang salah kerana yang penting memberikan kesedaran kepada mereka tentang agama.
Kata Pak Yazid dalam kuliahnya diera 70an  dulu….beramal mesti dengan ilmu….kalau tidak katanya seperti seorang bapa yang sedang berwirid selepas sembahyang `` SUBHANALLAH….SUBHANALAAH….tiba – tiba anak lelaki yang berseluar pendek  mencuitnya `abah – abah nak duit tengok wayang `` abahnya terus berwirid….anaknya terus meminta duit….lalu abahnya runsing diganggu lalu berikan duit kepada anaknya itu RM10.000 dan abahnya tadi terus bertukar wiridnya tadi kepada `` ALHAMDULLILAH….ALHAMDULILLAH `` sehingga habis wiridnya. Bayangkan anaknya pergi melakukan maksiat ….abahnya boleh pulak menyebut `ALHAMDULILLAH `.
Dikalangan pembesar pula samada orang istana. menteri – menteri dan orang – orang berduit mereka jadikan peluang inilah untuk merehatkan dirinya ke negara – negara ` Orang Putih ` dan sebagainya. Maklumlah kalau makan minum disanapun bukan siapa yang tahu. Manakala kalangan orang mukmin pula jika berpeluang maka ibadah umrahlah pilihan mereka,
Kalaulah nak tengok masjid dan surau imarah waktu siangnya , maka lihatlah lihat diwaktu Ramadhan sahaja. Selepas Hari Raya pula tempat – tempat ibadat tersebut kembali lengang seperti sediakala.
Kita berkunjung pula ke pasar – pasar didapati suasananya sungguh bising oleh tempikan – tempikan peniaga untuk melariskan jualan mereka. Ingatlah bahawa kaedah berniaga dalam Islam bukanlah begitu caranya yang diajar oleh Rasulullah saw.
Pesan Dato` Tuan Ibrahim Tuan Man kepada pengunjung – pengunjung Pasar Ramadhan hendaklah membeli juadah berbuka di gerai – gerai orang yang kita lihat diwajah penjualnya berseri, yakni orang yang bersembahyang dan menutup aurat sahaja.  Kerana yang membeli diberrkati dan yang menjual pula mendapat rezeki  yang halal.
Ketika bertarawikh pula yang meneruskan 20 rakaat ialah orang – orang tua dan orang – orang mudanya pula setakat 8 rakaat kerana lutut mereka dah longgar dan pinggang ` angin satu badan `  terus pekena kopi, bubur , laksa dan sebagainya sebelum ` mengholoh ` untuk bangun sahur. Itupun kalau yang jenis bangun sahur…kalau tidak jawabnya sembahyang Subuh pun lebohhh.
Akan datang teman akan membezakan ` Takbir Raya ` secara sunah Nabi dan amalan orang arab dengan takbir raya ala Melayu yang mendayu – dayu panjangnya  seperti sedih akan anak cucu dan menantu tak balik  beraya ke kampung.
Tunggu

SELAMAT DATANG KE SEKOLAH KHAS REMAJA HAMIL




 Tengah – tengah teman dok relax dalam perjalanan ketempat kerja dari Kuale Ke Ipoh pagi tadi sambil mengenangkan dan  memikirkan masadepan Negeri Perak yang mesyuarat Sidang DUNnya baru – baru ini bagi membincangkan duit rakyat juta – juta ringgit semacam  2 atau 3 ratus ringgit sahaja , teman terdengar dalam berita Sinar Pagi  menyebut bahawa Puteri umNO menyokong supaya Sekolah Khas Remaja Hamil [ SKRH ] yang bakal dilaksanakan di Melaka itu perlu diadakan diperingkat seluruh negara.
Kalaulah benar bagai didengar suatu yang malang diantara yang malang. Itu hak mereka menyokong kerana kita negara demokrasi. Teman juga menyokong dengan pindaan dan berlapik.

Gamaknya ramei juga ahli puteri ini yang terlibat kot. Teman teka aje.
Dalam kes denggi pula Kementeriaan Kesihatan jalankan kempen ` Cegah sebelum parah ` ataupun ` Tiada aedes tiada denggi ` yang menunjukkan semangat membasmi atau mencegah penyakit sebelum terkena. Bukannya dah parah baru mengubatinya.
Nampaknya dalam kes remaja hamil ini dah berlaku ataupun dah bunting baru merawat. Seolah – olah satu lagi projek kebanggaan negara. Peluang pekerjaan nampaknya terbuka kepada yang berminat.
Inilah akibatnya apabila sebuah negara tidak menitik beratkan agama meletakkan agama dalam majlis dan perayaan tertentu sahaja. Terkadang – kadang kita perhatikan [ dengan izin ] dalam pentadbiran pejabat agama pun bukan agama yang mentadbirkan pejabat tetapi namapaknya pejabat yang mentadbirkan agama.
Jika di Amerika terdapat kumpulan – kumpulan anak diluar nikah ini bangga  bersimbolkan ` toncang atau rambut berekor ` sebagai indentiti mereka dan manakala di barat pula satu kumpulan lagi yang terdiri daripada pelacur – pelacur bersimbolkan ` rantai dikaki `malah mereka mempunyai persatuan yang kuat membina hak mereka dalam negara. Adakah ini yang kita impikan.
Budaya ini sebenarnya sudah menjadi trend dan ikutan remaja Melayu di negara ini. Malah lebih teruk daripada yang punya teruk.
Itu di negara barat atau negara kafir, tetapi dalam sebuah negara kita yang dikatakan bercirikan Islam mestilah meletakkan panduan Al – Quran dalam menyelesaikan kemelut manusia. Kenapalah semangat ini kita ingkari. Siapakah kita untuk mempertikaikan hukum Allah.
Kita bayangkan nak tanggung kos pengurusan pusat – pusat tahanan dan  pemulihan dadah di seluruh  negara pun  terpaksa memperuntukkan belanja yang tinggi dan bermasalah.
Teman teringat seorang kawan teman yang bernama Hafez, dia kata semasa disekolah dulu ada seorang guru lelaki selalu mengusik pelajar yang lembab buat home work yang diberinya, guru iti selalu menyebut `` itulah orang suruh kahwin tak dak kahwin` dan  didapati guru itu sebenarnya masih belum kahwin – kahwin lagi  sedangkan anak – anak muridnya dulu semua dah berkahwin.
Ada satu cerita nama pun cerita kisah dulu –dulu dan orang dulu – dulu suka sangat menyakat pengantin….kadang – kadang tetamu dan keluarga dah balik pengantin dipaksa menyuci periuk belanga dan sebagainya. Lain pula cerita ini dimana keluarga pengantin perempuan tidak menyediakan bilik khas pengantin….so malam itu pengantin tercari – cari atau loghat Kualenya `cheroye  - cheroye ` mana pulak isteri aku ni…tiba- tiba pengantin lelaki melihat satu sinar cahaya dan ada objek ditepinya…lalu pengantin lelaki itu pergi kearahnya dan mengaulinya dan membelai rambutnya….tiba – tiba dia terkejut dimana orang yang dibelainya itu bukanlah isteri yang baru dinikahinya ditengahari tadi,  tetapi mak mertuanya yang bertitle janda…..lalu mak mertuanya berkata pula ` takpa Nak  langsungkan le…` bertuah punya menantu anak dapat dan mak mertuapun dapat.
Ini cerita namapun cerita. Menunjukkan bahawa umNO dan kerajaan nak buat sesuatu mestilah dengan ilmu yang berlandaskan wahyu Ilahi dan bukannya nafsu.
Mengikuti semangat ini teman mengucapkan Selamat Datang Ke Sekolah Khas Remaja Hamil atau ringkasnya SKRH.
Ihsan khalil samad blog...

Topi Keledar Alaf Baru


Cun gak kan kalau helmet macam ni betul-betul ada. Tapi helmet ni sebenarnya digunakan dalam pengiklanan je…
digunakan dalam pengiklanan je…
head hear helmet Topi Keledar Alaf Baru
bold head helmet Topi Keledar Alaf Baru
woman hear helmet Topi Keledar Alaf Baru
waterlemon helmet Topi Keledar Alaf Baru
brain helmet Topi Keledar Alaf Barutennis ball helmet Topi Keledar Alaf Baru
bike helmet Topi Keledar Alaf Baru
lawak ade..seram pon ade..cube bayang kalau kite pakai topi yg paling bawah sekali..hee....